← Beranda
Waduh! Manajemen Persik Kediri Resmi Larang Bonek Masuk Stadion Brawijaya Dukung Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 2 Mei 2025 | 16.20 WIB
Bonek dilarang hadir di Stadion Brawijaya dukung Persebaya Surabaya hadapi Persik Kediri. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Pertandingan panas bertajuk Derbi Jawa Timur antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya tinggal menghitung hari. Persiapan demi persiapan terus dilakukan agar laga berjalan lancar dan kondusif.

Salah satu fokus utama panitia pelaksana (panpel) adalah memastikan keamanan baik di dalam maupun luar Stadion Brawijaya. Ketegangan mulai terasa usai keputusan mengejutkan diumumkan manajemen Persik Kediri.

Suporter Persebaya Surabaya yang dikenal dengan sebutan Bonek dipastikan tidak bisa hadir langsung mendukung tim kebanggaannya. Panpel secara tegas melarang kehadiran mereka di stadion kebanggaan warga Kediri itu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi potensi kericuhan yang bisa terjadi jika suporter kedua tim hadir bersamaan. Kedekatan geografis Surabaya dan Kediri menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusan kontroversial ini.

Ketua Panpel Pertandingan, Tri Widodo, mengungkapkan sistem penjualan tiket juga ikut diubah sebagai langkah pengamanan. Tiket pertandingan tidak dijual secara online seperti biasanya, melainkan hanya tersedia secara offline.

Penjualan tiket akan dilakukan melalui komunitas suporter Persik, yakni Persikmania. Tujuannya jelas, untuk memfilter pembeli agar benar-benar berasal dari kalangan suporter tuan rumah.

Menurut Tri, jika penjualan dilakukan secara daring, maka sangat besar kemungkinan tiket diborong oleh Bonek.

“Nah untuk mengantisipasi, karena Surabaya dan Kediri itu dekat. Jadi kami menjual tiket melalui komunitas Persikmania untuk mencegah borongan di online,” ujar Ketua Panpel Pertandingan Tri Widodo dikutip dari Radar Kediri.

Dengan penjualan offline, panpel berharap bisa menekan jumlah suporter Persebaya Surabaya yang datang langsung ke Kediri. Meskipun secara fakta, suporter lawan biasanya tetap nekat hadir meski dilarang.

“Khawatirnya kalau kami buka online, itu akan diborong oleh suporter lawan,” jelas pria dengan kumis tebal khasnya tersebut.

Namun, pembatasan ini setidaknya dapat meminimalisir potensi gesekan di lapangan maupun area sekitar stadion. Apalagi, laga ini sudah menjadi magnet besar bagi masyarakat pecinta sepak bola di Jawa Timur.

Total tiket yang disiapkan untuk laga klasik ini sebanyak 6 ribu lembar. Jumlah tersebut sudah sesuai regulasi yang mengatur kapasitas stadion maksimal 60 persen.

Harga tiket tetap sama seperti laga kandang sebelumnya. Untuk kelas ekonomi dipatok Rp 65 ribu, kelas utama Rp 110 ribu, dan VIP Rp 125 ribu.

Persik Kediri tampaknya sangat serius menjaga nama baik klub di laga sarat gengsi ini. Mereka tak ingin ada insiden yang mencoreng citra klub maupun kota Kediri.

Langkah tegas panpel pun menuai reaksi beragam dari publik. Ada yang mendukung demi keamanan, namun tak sedikit pula yang menyayangkan keputusan tersebut.

Bonek dikenal sebagai salah satu kelompok suporter paling militan dan loyal di Indonesia. Mereka kerap hadir mendukung Persebaya Surabaya ke manapun tim bertanding, tak peduli ada larangan sekalipun.

Larangan ini bisa jadi memicu ketegangan tersendiri menjelang hari pertandingan. Apalagi, rivalitas antara dua klub ini memiliki sejarah panjang dan sarat emosional.

Derbi Jatim selalu penuh gengsi dan emosi, baik di lapangan maupun tribun. Tak heran jika pengamanan ekstra ketat selalu menjadi prioritas dalam laga seperti ini.

Manajemen Persik Kediri berharap semua pihak bisa memahami kebijakan ini. Fokus utama tetap pada kelancaran dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Pihak keamanan dari Polres Kediri juga dikabarkan akan mengerahkan personel tambahan. Penjagaan ketat akan dilakukan sejak H-1 pertandingan di area sekitar stadion.

Selain pembatasan tiket, pemeriksaan di pintu masuk juga akan diperketat. Tujuannya agar tidak ada suporter lawan yang menyelinap masuk ke tribun.

Langkah ini menegaskan laga klasik ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini soal harga diri, sejarah, dan kebanggaan dua kota besar di Jawa Timur.

Meski menuai pro dan kontra, keputusan sudah diambil dan tidak akan diubah. Suporter Persebaya Surabaya harus legawa mendukung timnya dari rumah atau tempat nonton bareng.

Sementara itu, Persikmania diminta menjaga kondusivitas selama pertandingan. Jangan sampai nama besar Persik tercoreng karena ulah segelintir oknum.

Atmosfer panas Derbi Jatim sudah mulai terasa sejak jauh hari. Semua mata akan tertuju ke Stadion Brawijaya, tempat duel dua raksasa Jawa Timur digelar.

Kick-off akan menjadi puncak dari semua tensi yang terbangun. Akankah larangan ini berhasil mendinginkan suasana atau justru sebaliknya?

EDITOR: Banu Adikara