JawaPos.com – PSSI perlu reformasi total. Begitu kata tersangka kasus pengaturan skor Vigit Waluyo. Menurut Vigit, terlalu banyak kepentingan di PSSI. Bahkan, Vigit menyebut Komite Wasit selalu menopang klub milik pejabat-pejabat PSSI.
Menurut Vigit, Komite Wasit memiliki peran penting dalam sebuah pertandingan. Sebab mereka lah yang mengatur perihal penugasan wasit. “Dalam suasana seperti ini semua pihak ada kepentingan masing-masing. Salah satunya ada di Komite Wasit,” ucap Vigit
“Mereka (Komite Wasit) selalu menopang klub-klub yang dihuni oleh beberapa (tokoh) yang merangkap jabatan. Misalnya klub itu milik pejabat di PSSI. Itu yang saya tahu,” ungkap mantan pengelola Deltras Sidoarjo ini di Polda Jawa Timur (Jatim), Kamis (24/1) siang.
Di sisi lain, Vigit juga membantah tudingan bahwa ia adalah kaki tangan bandar judi internasional asal Thailand. Tuduhan tersebut dilontarkan Bambang Suryo dalam acara 'Mata Najwa' beberapa bulan yang lalu.
“Sejujurnya, saya tidak pernah punya bandar di Thailand atau di mana pun, saya tidak pernah. Saya hanya memainkan uang saya sendiri untuk kepentingan klub saya sendiri,” tegas mertua Danilo Fernando ini.
Menurut Vigit, apa yang ia lakukan tidak untuk mencari untung. Melainkan untuk memenuhi kebutuhan agar klub itu agar tetap eksis. Walaupun namanya tercemar akibat ucapan Bambang Suryo, Vigit tak akan melaporan Bambang ke polisi.
“Kami tidak akan melaporkan. Karena yang bicara di media adalah adik-adik saya sendiri. Bambang Suryo atau Gunawan sebenarnya bagian dari kami juga,” ujar pria asal Sidoarjo ini.