JawaPos.com - Debut di Liga Champions seharusnya menjadi momen yang dinikmati oleh seluruh elemen klub. Namun, ketika tiket pertandingan bersejarah itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan suporter, Presiden Como, Mirwan Suwarso, memilih mengambil langkah yang cukup menyentuh.
Melansir BBC Sport, Suwarso bersama sejumlah direktur Como rela melepaskan tiket milik mereka agar para pendukung lanjut usia bisa menyaksikan langsung pertandingan perdana klub di kompetisi elite Eropa.
Como akan menjamu RB Leipzig pada Kamis pukul 20.00 BST. Pertandingan tersebut menjadi debut Como di kompetisi kontinental setelah klub asal Italia itu mencatat sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 119 tahun.
Tiket Debut Como Jadi Rebutan
Como memastikan tiket ke Liga Champions setelah finis di posisi keempat Serie A musim lalu. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah klub yang kini ditangani mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona, Cesc Fabregas.
Antusiasme suporter pun langsung melonjak. Sayangnya, kapasitas stadion kandang Como, Stadio Giuseppe Sinigaglia, tidak mampu menampung seluruh permintaan.
Stadion yang berada di tepi Danau Como tersebut memiliki kapasitas sekitar 12.000 penonton. Namun, jumlah itu harus berkurang sekitar 1.000 kursi karena persyaratan penyiaran dan operasional UEFA.
Ketika tiket akhirnya terjual habis, Suwarso memutuskan bahwa kursi miliknya tidak harus digunakan oleh dirinya sendiri.
Melalui unggahan di Instagram, pengusaha asal Indonesia itu mengumumkan bahwa dirinya bersama beberapa eksekutif klub akan menyerahkan tiket mereka kepada pendukung yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Como.
“Dengan kapasitas yang berkurang dan jumlah tiket yang terbatas, sayangnya kami tidak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir,” tulis Suwarso.
“Namun, beberapa eksekutif klub dan saya telah memutuskan untuk melepaskan tempat duduk kami untuk pertandingan ini.”
Diberikan kepada Fans yang Setia Sejak Lama
Suwarso ingin kursi tersebut diberikan kepada suporter yang telah mengikuti perjalanan Como selama puluhan tahun, termasuk ketika klub harus melewati berbagai kasta sepak bola Italia.
“Kami ingin kursi-kursi itu dialokasikan kepada para pendukung yang telah menunggu paling lama - penggemar yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya, yang telah mengikuti Como melalui setiap divisi dan setiap era.”
“Kami akan merasa terhormat untuk memberikan tempat duduk kami kepada mereka.”
Keputusan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada generasi suporter yang telah menyaksikan Como melewati masa-masa sulit hingga akhirnya mencapai panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Dari Nyaris Terpuruk hingga Liga Champions
Perjalanan Como menuju Liga Champions memang jauh dari kata mudah. Klub yang berbasis di Lombardy tersebut bahkan dua kali mengalami kebangkrutan dalam kurun waktu dua dekade terakhir.
Pada 2024, mereka akhirnya mengakhiri penantian selama 21 tahun untuk kembali ke Serie A setelah meraih promosi ketiga dalam enam musim.
Musim pertama di kasta tertinggi berakhir dengan Como menempati posisi ke-10. Namun, langkah mereka kemudian semakin jauh.
Di bawah arahan Fabregas, Como berhasil menembus empat besar Serie A musim berikutnya dan mengamankan tiket menuju Liga Champions.
Kini, klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di divisi bawah tersebut bersiap menghadapi klub-klub elite Eropa.
Menanti Petualangan Eropa
RB Leipzig menjadi lawan pertama Como dalam perjalanan bersejarah tersebut. Setelah itu, jadwal mereka tidak kalah menarik.
Como akan menghadapi Feyenoord, Manchester United, Lens, AEK Athens, Real Betis, Paris St-Germain, dan Barcelona dalam kampanye Eropa perdana mereka.
Bagi Suwarso dan Como, pertandingan-pertandingan tersebut bukan sekadar soal hasil di lapangan. Debut Liga Champions juga menjadi perayaan atas perjalanan panjang sebuah klub yang pernah berada di titik terendah dan kini mampu berdiri sejajar dengan sejumlah raksasa Eropa.
Dan untuk sejumlah suporter yang telah menunggu selama lebih dari setengah abad, keputusan Suwarso memberikan tiket tersebut membuat malam bersejarah di tepi Danau Como menjadi jauh lebih istimewa.