← Beranda
Dua Eks Liga 1 Antar East Bengal Juara Liga India, Akhiri Puasa Gelar Liga Selama 22 Tahun
Andre Rizal HanafiRabu, 3 Juni 2026 | 19.27 WIB
Ilustrasi sepak bola.

 

JawaPos.com - East Bengal FC akhirnya mengakhiri penantian panjang untuk kembali merasakan gelar liga domestik. Klub raksasa Kolkata itu resmi menjuarai Indian Super League (ISL) 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Inter Kashi pada laga terakhir musim.

Keberhasilan tersebut menjadi momen bersejarah bagi East Bengal. Selain menjadi trofi ISL pertama dalam sejarah klub, gelar ini juga menandai berakhirnya puasa juara kompetisi liga nasional tertinggi yang telah berlangsung selama 22 tahun.

Laga penentuan berlangsung penuh tekanan. East Bengal sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal lebih dulu akibat gol Alfred Planas pada babak pertama.

Baca Juga: 7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya

Namun, tim asuhan mereka mampu bangkit setelah turun minum dan membalikkan keadaan lewat dua gol penting yang dicetak oleh pemain yang tidak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia, Mohammed Rashid dan Youssef Ezzejjari.

Rashid, gelandang bertahan asal Palestina yang pernah memperkuat Persib Bandung, Bali United, dan Persebaya Surabaya, menjadi sosok penting dalam kebangkitan East Bengal. Pemain berusia 30 tahun itu mencetak gol penyama kedudukan yang membuka jalan bagi timnya untuk mengejar kemenangan.

Momentum kemudian berlanjut ketika Youssef Ezzejjari mencetak gol penentu kemenangan. Striker berdarah Maroko-Spanyol tersebut sebelumnya dikenal publik Indonesia saat tampil tajam bersama Persik Kediri dan sempat membela Barito Putera serta Madura United.

Baca Juga: Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan

Ketajamannya kembali terlihat di India dengan kontribusi 11 gol dari 13 pertandingan sejak bergabung dengan East Bengal pada musim 2026.

Kemenangan atas Inter Kashi memastikan East Bengal finis di puncak klasemen. Mereka unggul selisih gol atas rival sekota, Mohun Bagan Super Giant, setelah persaingan ketat berlangsung hingga pekan terakhir kompetisi.

Keberhasilan ini semakin mempertegas besarnya rivalitas Kolkata Derby, salah satu duel paling bergengsi di Asia.

Persaingan antara East Bengal dan Mohun Bagan telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola India.

Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, keberhasilan East Bengal juga menghadirkan cerita menarik karena dua mantan pemain Liga 1 menjadi penentu lahirnya sejarah baru klub tersebut.

Rashid dan Ezzejjari tidak hanya membantu tim meraih kemenangan pada laga terakhir, tetapi juga menjadi simbol penting dalam perjalanan East Bengal menuju gelar juara.

Dengan trofi ISL 2026 di tangan, East Bengal kini membuka lembaran baru dalam sejarah klub. Setelah menunggu lebih dari dua dekade, klub legendaris India itu akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola nasional dengan cara yang dramatis dan penuh emosi.

EDITOR: Banu Adikara