JawaPos.com–Kericuhan besar warnai laga derby antara Slavia Praha dan Sparta Praha pada Minggu (10/5) yang berujung pada penghentian pertandingan menjelang akhir laga. Insiden itu terjadi saat Slavia berada di ambang kemenangan dan berpotensi mengunci gelar Liga Utama Ceko.
Laga yang digelar di Fortuna Arena itu dihentikan pada menit ketujuh masa tambahan waktu (90+7) akibat ratusan suporter Slavia menyerbu lapangan. Saat itu, Slavia tengah unggul 3-2 atas rival sekotanya.
Ratusan suporter tuan rumah berbondong-bondong menerobos pengamanan dan memasuki lapangan sambil menyalakan flare. Sejumlah suporter bahkan mendekati tribun pendukung Sparta sambil melempar kembang api yang membuat situasi semakin tegang.
Baca Juga: MotoGP Catalunya Marc Marquez Absen? Mario Aji dan Vega Siap Panaskan Barcelona di Moto2 dan Moto3
Dilansir dari The Athletic, para pemain dari kedua tim terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar lapangan. Kekacauan semakin parah setelah kiper Sparta Jakub Surovcik menjadi korban penyerangan. Dalam rekaman yang beredar, Surovcik terlihat disiram cairan oleh seseorang yang masuk ke lapangan.
Dalam pernyataan usai pertandingan, Surovcik mengecam keras tindakan itu. Surovcik menyebut aksi intimidasi dan penyerangan yang dialaminya sebagai hal yang tidak dapat diterima dan berencana menempuh jalur hukum.
Ketua Dewan Direksi Slavia Praha Jaroslav Tvrdi menyebut insiden itu sebagai aib yang harus ditanggung bersama. Jaroslav Tvrdi menegaskan klub akan mengidentifikasi para pelaku dan menjatuhkan larangan masuk stadion seumur hidup.
Baca Juga: Carlos Franca Ucap Terima Kasih, Persijap Jepara Bertahan di Super League Musim Depan
Slavia juga telah menjatuhkan sanksi permanen kepada salah satu pelaku yang terbukti menyerang Surovcik. Selain itu, tribun utara stadion yang menjadi titik masuk suporter ke lapangan akan ditutup tanpa batas waktu hingga seluruh pelaku berhasil diidentifikasi.
”Kami tidak akan berkompromi soal keselamatan pemain dan penghormatan terhadap lawan,” tegas Tvrdik.
Tvrdik juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Sparta, termasuk kepada para pemain yang terdampak seperti Surovcik, Jakub Martinc, dan Matyas Vojta. Di luar insiden suporter, Slavia juga mengambil keputusan tegas terhadap dua pemainnya, Tomas Chory dan David Doudera yang menerima kartu merah dalam laga itu.
Keduanya dipastikan tidak akan lagi membela Slavia. Klub telah mencoret mereka dari skuad hingga akhir musim dan memberi izin untuk mencari klub baru pada bursa transfer musim panas 2026.
Di sisi lain, Sparta melalui pernyataan resminya menyebut bahwa insiden itu bukan merupakan kejadian tunggal, melainkan akumulasi dari atmosfer kebencian yang telah berkembang dalam waktu lama. Sparta menegaskan bahwa pemain, staf, dan penonton tidak seharusnya merasa terancam keselamatan, kesehatan, maupun nyawanya saat berada di stadion. Klub juga memastikan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait untuk mengusut tuntas insiden yang terjadi.
League Football Association (LFA) mengecam keras dan menyebut insiden itu bertentangan dengan nilai sepak bola profesional. LFA menegaskan bahwa serangan fisik terhadap pemain atau pihak lain dalam pertandingan merupakan pelanggaran serius.
LFA juga mengatakan siap bekerja sama dengan kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan sanksi tegas dijatuhkan.
Slavia sebenarnya memimpin klasemen dengan keunggulan delapan poin atas Sparta dengan empat pertandingan tersisa. Kemenangan dalam laga derby malam itu seharusnya memastikan gelar juara. Namun, penghentian pertandingan itu membuat Slavia diperkirakan akan dinyatakan kalah oleh komite disiplin LFA karena ulah suporternya sendiri.
Jika keputusan tersebut diambil, selisih poin akan menyusut menjadi lima poin dengan tiga laga tersisa yang membuat persaingan gelar Liga Utama Ceko kembali terbuka. Slavia yang saat ini menduduki puncak klasemen dengan 74 poin dijadwalkan kembali bertanding melawan Jablonec pada Kamis (14/5).
Baca Juga: Persib Bandung Bungkam Persija Jakarta, Eliano Reijnders: Derbi Ini Milik Kita!
Sementara itu, Sparta yang menduduki posisi kedua dengan 66 poin akan menghadapi Viktoria Plzen pada Rabu (13/5).