JawaPos.com–Legenda Manchester United, Nicky Butt, menyebut Michael Carrick sebagai pilihan paling mudah untuk menjadi manajer permanen berikutnya. Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya disepakati oleh Paul Scholes yang masih menyimpan kekhawatiran besar.
Dalam beberapa bulan terakhir, peluang Michael Carrick untuk mendapatkan jabatan permanen di Manchester United meningkat drastis. Awalnya, pihak INEOS hanya berencana menjadikannya pelatih sementara hingga akhir musim. Namun, peningkatan performa dan hasil tim di bawah arahannya membuat rencana tersebut berpotensi berubah.
Butt menilai Michael Carrick sebagai opsi paling realistis, terutama karena minimnya kandidat lain yang benar-benar meyakinkan.
Baca Juga: Bali United Siap Tantang Pemuncak Klasemen Persib
”Kalau bukan Michael, lalu siapa? Saya tidak melihat ada sosok yang benar-benar menonjol,” ujar Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Dia juga menambahkan bahwa Carrick memiliki keunggulan karena memahami klub dan tidak akan menjadi sosok yang sulit diatur oleh manajemen.
”Dia melakukan pekerjaan dengan baik, dia mengenal klub ini. Dan yang penting, orang-orang di atasnya akan nyaman bekerja dengannya. Dia bukan tipe seperti Jose Mourinho yang bisa menimbulkan banyak drama. Dia pilihan yang mudah,” lanjut Butt.
Baca Juga: Transfer Mengejutkan Liverpool: Mohamed Salah Pergi, Virgil van Dijk Terancam Dijual!
Selain itu, Butt menilai kurangnya alternatif semakin memperkuat posisi Carrick. Beberapa nama besar dianggap tidak realistis untuk direkrut, seperti Julian Nagelsmann, Thomas Tuchel yang sudah terikat dengan tim nasional Inggris, serta Carlo Ancelotti yang dinilai kecil kemungkinan bergabung.
”Tidak ada sosok yang membuat Anda berkata, Itu dia orangnya! Ini bukan situasi di mana pelatih seperti Jurgen Klopp tiba-tiba tersedia,” tegas Butt.
Namun, Scholes melihat situasi ini dari sudut pandang berbeda. Meski mengakui Carrick telah memperbaiki posisinya, dia menilai ujian sesungguhnya belum dimulai.
Menurut Scholes, performa apik saat ini belum cukup untuk menjadi tolok ukur utama. Terutama karena Carrick mengambil alih dari situasi yang kurang ideal di bawah Ruben Amorim.
”Pertanyaan besar adalah awal musim depan 10 hingga 15 pertandingan pertama. Saat itulah tekanan sesungguhnya datang,” ungkap Scholes.
Dia menekankan bahwa target seperti Liga Champions dan persaingan di liga domestik akan menjadi penentu apakah Carrick benar-benar layak memimpin dalam jangka panjang.
Baca Juga: Luka Hodak Bisa Bela Malaysia, Bojan Hodak Beri Lampu Hijau untuk FAM
”Kita mungkin baru benar-benar tahu sekitar November apakah dia pilihan yang tepat atau tidak,” tambah Paul Scholes.
Di sisi lain, Manchester United juga tengah bersiap melakukan perombakan skuad. Manajemen dikabarkan siap menjual satu pemain senilai GBP 35 juta yang diminati enam klub, demi mengumpulkan dana untuk aktivitas transfer musim panas.
Namun, rencana mereka untuk merekrut gelandang baru mendapat hambatan, setelah rival abadi Liverpool FC disebut telah lebih dulu melakukan pendekatan terhadap salah satu target mereka.
Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Muhammad Ferarri Segera Comeback, Bhayangkara FC Dapat Kabar Baik
Scholes juga turut menyoroti perlunya perubahan besar dalam skuad, bahkan menyebut ada delapan pemain yang sebaiknya dilepas pada bursa transfer musim panas mendatang. Dengan berbagai dinamika ini, Manchester United kini berada di persimpangan untuk memutuskan apakah akan mempercayakan masa depan klub kepada Carrick, atau mencari sosok lain untuk memimpin era baru di Old Trafford.