← Beranda
Tiga Pemain yang Tampil Buruk dalam Kekalahan Real Madrid di Kandang Mallorca
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 5 April 2026 | 18.42 WIB
Eduardo Camavinga menjadi sorotan usai Real Madrid kalah 2-1 dari Mallorca di La Liga. (ig @realmadrid)

 

JawaPos.com–Real Madrid tampil di bawah standar saat kalah 2-1 dari Mallorca di Stadion Iberostar. Los Blancos kesulitan menciptakan peluang bersih, kehilangan konsentrasi di momen penting, dan terlihat tidak memiliki arah permainan yang jelas sepanjang laga.

Melansir The Real Champs, beberapa pemain Real Madrid tampil jauh dari harapan. Tapi ada tiga nama yang paling mencuri perhatian karena performa buruk mereka saat laga la liga lawan Mallorca.

1. Brahim Diaz

Brahim Diaz bisa dibilang menjadi pemain paling mengecewakan di lapangan. Sebagai salah satu motor serangan Real Madrid, dia gagal memberi dampak berarti sepanjang pertandingan lawan Mallorca.

Baca Juga: Madura United Siap Tampil Lepas Lawan Borneo FC, Target Tiga Poin di Kandang

Brahim Diaz terlalu sering berdiri di area yang sudah dipenuhi pemain Mallorca, alih-alih bergerak mencari ruang untuk menerima umpan atau membuka celah di pertahanan lawan. Dia terlihat pasif dan tidak cukup agresif saat Real Madrid membutuhkan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.

Statistiknya juga sangat buruk. Brahim tidak menciptakan peluang, gagal melewati lawan lewat dribel, dan bahkan tidak mampu memancing pelanggaran dari pemain Mallorca.

Penampilan ini terasa makin mengecewakan karena sebelumnya ia tampil cukup menjanjikan saat menghadapi Manchester City. Namun, melawan Mallorca, Brahim benar-benar tenggelam.

Baca Juga: Persija Incar Tiga Poin di Lampung, Mauricio Souza Waspadai Permainan Bhayangkara FC

2. Eduardo Camavinga

Eduardo Camavinga juga tampil jauh di bawah ekspektasi. Momen paling fatal tentu terjadi saat dia gagal mengantisipasi pergerakan Manu Morlanes dalam proses gol pertama Mallorca.

Kesalahan itu memperlihatkan kurangnya fokus dan disiplin bertahan. Meski Camavinga sempat menunjukkan beberapa aksi positif, seperti merebut bola dan melepaskan umpan bagus, penampilan keseluruhannya tetap tidak cukup baik.

Masalah terbesar Camavinga justru terlihat saat Real Madrid kehilangan bola. Penempatan posisinya kurang rapi, reaksi lambat, dan dia beberapa kali gagal menutup ruang dengan baik.

Sebagai gelandang yang seharusnya menjadi penyeimbang tim, Camavinga gagal menjalankan tugasnya dengan maksimal.

3. Kylian Mbappe

Kylian Mbappe memang bukan pemain terburuk di lapangan. Tapi dia tetap layak masuk daftar ini karena peran yang seharusnya jauh lebih besar.

Mbappe terlalu sering melebar ke sisi lapangan dan mencoba membangun serangan sendiri. Beberapa kali dia berhasil menciptakan peluang lewat kecepatannya, tetapi Real Madrid justru kehilangan sosok yang bisa menjadi ancaman nyata di kotak penalti.

Baca Juga: Jelang Atletico Madrid vs Barcelona: Marc Bernal Menatap Debut di Metropolitano dalam Puncak Performa

Dalam laga seperti ini, Real Madrid membutuhkan pemain yang bisa hadir di area berbahaya dan memaksimalkan peluang sekecil apa pun. Mbappe justru lebih sering sibuk mencari bola ke pinggir lapangan daripada bergerak tanpa bola di area yang lebih berbahaya.

Sebagai pemain bintang, Mbappe dituntut untuk memimpin dan memberi solusi saat tim kesulitan. Namun, melawan Mallorca, ia gagal menjadi pembeda dan justru ikut terseret dalam permainan buruk Real Madrid.

Pada akhirnya, kekalahan ini bukan hanya soal strategi atau keberuntungan. Real Madrid kalah karena terlalu banyak pemain penting mereka yang tampil jauh di bawah level terbaiknya.

Baca Juga: Chema Andres Buka Peluang Kembali ke Real Madrid di Masa Depan

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah