← Beranda
Chelsea Berbenah! Liam Rosenior Ingin Tingkatkan Kualitas Tim Usai Hadapi Pekan Terburuk
Aprillia JPMinggu, 5 April 2026 | 02.18 WIB
Pelatih Chelsea Liam Rosenior ingin timnya bersikap lebih tenang. (X/@ChelseaFC)

 

JawaPos.com - Chelsea menutup pekan penuh tekanan dengan serangkaian evaluasi internal yang berpotensi menjadi titik balik di era kepemilikan BlueCo. Pelatih kepala Liam Rosenior menyebut periode 10 hari menjelang jeda internasional sebagai yang paling sulit dalam kariernya.

Situasi sulit itu dipicu hasil buruk di kompetisi Eropa. Lebih dari dua pekan setelah tersingkir dari Liga Champions dengan agregat telak 2-8 oleh Paris Saint-Germain (PSG), dampaknya masih terasa di dalam skuad Chelsea. Kekalahan pedih itu diperburuk dengan hasil negatif beruntun di Premier League yang membuat peluang Chelsea lolos ke Liga Champions musim depan semakin berat.

Di tengah tekanan itu, sebuah polemik juga muncul dari pernyataan wakil kapten Enzo Fernandez dalam sebuah wawancara. Komentar yang disampaikan kepada Luzu TV dinilai melewati batas, sehingga Rosenior mengambil keputusan tegas dengan mencoret sang pemain dari laga Piala FA melawan Port Vale serta pertandingan liga Inggris berikutnya menghadapi Manchester City.

Baca Juga: Tegas Tolak Real Madrid, Moises Caicedo Akui Betah di Chelsea

Meski agen Fernandez menilai hukuman yang dijatuhkan tidak adil dan komentar sang pemain tidak dimaksudkan untuk merendahkan klub, situasi itu memperkeruh rumor terkait masa depan gelandang asal Argentina itu. Bahkan, mantan pemain Chelsea Javier Pastore menyebut Fernandez dapat mempertimbangkan opsi lain jika negosiasi kontrak baru tidak menemui titik temu setelah Piala Dunia.

Di sisi lain, bek kiri Chelsea Marc Cucurella ikut memberikan pandangannya. Dalam wawancaranya bersama The Athletic, Cucurella menilai Chelsea harus membayar harga atas kurangnya pengalaman saat menghadapi PSG. Pernyataan itu pun mendapat tanggapan dari Rosenior yang menyayangkan isi wawancara Cucurella karena tidak lebih dulu disampaikan secara internal.

Dalam konferensi pers, Rosenior berulang kali menekankan pentingnya stabilitas emosi sebagai faktor kunci yang harus diperbaiki. Menurut sang pelatih, tim membutuhkan pemain yang mampu tetap tenang dalam situasi sulit, baik di tengah pertandingan maupun sepanjang musim. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Chelsea mulai menyadari perlunya keseimbangan antara pemain muda dan sosok berpengalaman dalam skuad.

Baca Juga: Chelsea Hukum Enzo Fernandez usai Komentar soal Real Madrid

Sebelumnya, Cucurella juga telah menyoroti hal serupa. Pemain berusia 27 tahun itu menilai bahwa meski fondasi tim sudah kuat dengan banyak talenta muda, untuk bersaing memperebutkan gelar besar seperti Premier League dan Liga Champions, diperlukan tambahan pemain yang memiliki pengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi.

“Saya tahu para pemain muda adalah mereka yang akan memiliki pengalaman di masa depan. Namun, Anda perlu menemukan keseimbangan antara keduanya (pemain muda dan pemain berpengalaman),” kata Cucurella dikutip dari The Athletic.

Pandangan itu sebenarnya bukan hal baru. Sejak akuisisi BlueCo pada 2022, banyak pihak menilai strategi perekrutan Chelsea yang berfokus pada pemain muda perlu diimbangi dengan pengalaman. Saat ini, Rosenior menegaskan bahwa klub tetap berambisi meraih gelar dalam waktu dekat.

Namun, Rosenior menyebut bahwa perubahan yang dimaksudnya bukan perubahan total, melainkan perkembangan cara berpikir dalam menentukan kebutuhan tim ke depan. Menurut Rosenior, fokus utama dalam perekrutan selanjutnya ialah karakter, ketenangan, dan stabilitas emosi pemain.

“Dalam perekrutan pemain, bagi saya hal pertama yang dilihat ialah karakter, kestabilan emosi, dan ketenangan. Itu juga yang sudah kami bahas sebelumnya. Ini bukan cerminan dari kondisi tim saat ini, melainkan bagaimana kami bisa meningkatkan kualitas tim ke depannya,” kata Rosenior.

Keputusan untuk mendisiplinkan Fernandez juga menunjukkan pendekatan baru dalam menangani skuad. Rosenior yang sebelumnya dikenal selalu melindungi pemainnya, saat ini mulai menunjukkan ketegasan dalam menjaga standar tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Baca Juga: Marc Cucurella Meledak! Tuduh Wasit Paul Tierney Tak Hormati Chelsea dalam Insiden Huddle Kontroversial

Di luar lapangan, manajemen juga berupaya menjaga kepercayaan pemain terhadap proyek jangka panjang klub. Salah satu langkah yang diambil ialah dengan mempercepat proses perpanjangan kontrak, seperti yang dilakukan terhadap kapten tim Reece James. Meski kontraknya sebelumnya masih berlaku hingga 2028, kesepakatan baru menunjukkan komitmen klub dalam mempertahankan pemain kunci.

Namun, situasi berbeda terjadi kepada Enzo Fernandez. Negosiasi kontrak Fernandez disebut sempat dimulai sejak musim dingin, tetapi terhenti karena perbedaan pandangan. Jika tidak ada kesepakatan, peluang sang pemain untuk mencari klub baru tetap terbuka meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2032.

EDITOR: Edi Yulianto