JawaPos.com–Keputusan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool di akhir musim benar-benar mengguncang banyak pihak. Termasuk legenda klub, Steven Gerrard.
Bedanya, jika banyak orang bereaksi dengan komentar panjang, Steven Gerrard justru memilih cara yang jauh lebih sederhana dan mungkin lebih dalam maknanya. Melansir Liverpool Echo, dia hanya membagikan ulang pernyataan resmi klub di Instagram Story tanpa satu kata pun. Tanpa caption, tanpa komentar, sebuah respons yang justru terasa berbicara banyak.
Bagi figur seperti Stevan Gerrard, yang dikenal sangat emosional terhadap Liverpool, respons tanpa kata terkait Mohamed Salah ini bisa diartikan sebagai bentuk keterkejutan atau bahkan ketidakpercayaan.
Baca Juga: Ruang Ganti Liverpool Bersatu, Para Pemain Beri Salam Perpisahan untuk Mohamed Salah
Maklum saja, Salah bukan sekadar pemain biasa. Dia adalah ikon modern klub, sosok yang dalam banyak hal mengingatkan pada peran Gerrard di masa lalu. Sama-sama jadi simbol, sama-sama dicintai fans, dan sama-sama meninggalkan jejak besar di Anfield.
Kepergian Salah pun terasa seperti mengakhiri satu era penting dalam sejarah klub. Salah sudah mengonfirmasi kepergiannya lewat video di media sosial dengan pernyataan yang cukup emosional.
”Halo semuanya. Sayangnya, hari ini telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool di akhir musim,” ujar Salah.
Baca Juga: 5 Kandidat Pengganti Mohamed Salah di Liverpool, Siapa Paling Ideal?
Kalimat pembuka yang sederhana, tapi cukup untuk membuat fans langsung sadar bahwa momen perpisahan itu benar-benar nyata.
Lebih dari Sekadar Klub
Dalam pesan perpisahannya, Salah juga menggambarkan betapa besar arti Liverpool dalam hidupnya.
”Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan betapa dalamnya klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya. Liverpool bukan hanya klub sepak bola. Ini adalah gairah, ini adalah sejarah, ini adalah semangat. Saya tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata kepada siapa pun yang bukan bagian dari klub ini,” ucap Salah.
”Kami merayakan kemenangan, kami memenangkan trofi terpenting dan kami berjuang bersama melewati masa-masa tersulit dalam hidup kami. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, terutama rekan-rekan setim saya di masa lalu dan sekarang,” lanjut dia.
”Dan untuk para penggemar, saya tidak punya cukup kata. Dukungan yang kalian berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya, dan kalian selalu berada di sisi saya di saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” ungkap Salah.
”Perpisahan tidak pernah mudah. Kalian telah memberikan saya waktu terbaik dalam hidup saya. Saya akan selalu menjadi bagian dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah saya, bagi saya dan keluarga saya. Terima kasih untuk segalanya. Karena kalian semua, saya tidak akan pernah berjalan sendirian,” lanjut dia.
Baca Juga: Misteri Masa Depan Mohamed Salah: Apakah Menuju Saudi?
Kalau ada perpisahan yang terasa tulus, ini salah satunya. Selama sembilan tahun di Liverpool, Salah bukan hanya mencetak gol melainkan juga membangun warisan. Dengan 255 gol dari 435 penampilan, dia kini duduk di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
Dia hanya berada di belakang dua legenda besar, Ian Rush dan Roger Hunt sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.
Trofi demi trofi juga sudah dia koleksi, mulai dari Liga Inggris hingga Liga Champions, menjadikannya bagian penting dari era kejayaan Liverpool modern.
Baca Juga: Catatan Fantastis Gol dan Asis Mohamed Salah di Liverpool: Raja Merseyside!
Akhir Era, Awal Cerita Baru
Sementara itu, pernyataan resmi klub menegaskan bahwa perpisahan ini adalah hasil kesepakatan bersama.
”Mohamed Salah akan mengakhiri kariernya yang gemilang bersama Liverpool pada akhir musim 2025-26. Penyerang tersebut telah mencapai kesepakatan dengan The Reds yang akan mengakhiri babak sembilan tahun yang luar biasa di Anfield. Salah menyatakan keinginannya untuk menyampaikan pengumuman ini kepada para pendukung sesegera mungkin untuk memberikan transparansi tentang masa depannya sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasihnya kepada mereka,” beber pernyataan klub.
Kini, tinggal menunggu bagaimana akhir cerita ini ditutup. Apakah dengan trofi, atau sekadar perpisahan penuh air mata. Yang jelas, bahkan tanpa kata-kata panjang, reaksi Gerrard sudah cukup menggambarkan satu hal, ini bukan perpisahan biasa.