← Beranda
Pep Guardiola Akui Keunggulan Real Madrid: Saya Ingin Standar Manchester City Setinggi Los Blancos
Julio SipahutarKamis, 19 Maret 2026 | 00.53 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Kekalahan Manchester City dari Real Madrid di ajang Liga Champions menyisakan refleksi mendalam bagi Pep Guardiola. Alih-alih meratapi kegagalan, manajer asal Spanyol itu justru memberikan penghormatan tinggi kepada sang lawan.

Pep Guardiola menegaskan ambisinya untuk membawa Manchester City mencapai level mentalitas seperti Real Madrid. Kegagalan menjuarai kompetisi liga champions Eropa dianggap sebagai kegagalan besar.

”Saya ingin klub ini memiliki standar setinggi Real Madrid. Di sana, jika anda tidak memenangi Liga Champions, itu adalah sebuah kegagalan,” ujar pelatih Manchester City Pep Guardiola seusai laga, dikutip melalui laman Marca, Rabu (18/3).

Baca Juga: Francisco Trincao Sudah Yakin Sporting CP Bakal Menang Comeback Lawan Bodo/Glimt

Pengaruh Kartu Merah

Pertandingan yang berakhir dengan agregat mencolok tersebut diakui Guardiola sangat dipengaruhi situasi di lapangan. Terutama setelah timnya harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak utuh.

Guardiola menjelaskan, kartu merah yang diterima anak asuhnya merusak seluruh skema yang telah dipersiapkan.

”Sangat disayangkan kami tidak bisa bertanding sebelas lawan sebelas. Situasi itu memaksa kami bermain lebih dalam karena kami kehilangan keseimbangan di sisi sayap. Kami mencoba menempatkan banyak pemain di depan bola, tetapi kecepatan lawan dalam memanfaatkan ruang sangat mematikan,” jelas Pep Guardiola.

Baca Juga: Dua Misi Tim Indonesia di AVC Men's Champions League: JBP Juara, JGJ untuk Menuju Olimpiade Brisbane 2032

Meski tersingkir, Guardiola tetap melontarkan pujian bagi skuadnya. Dia menyebut Manchester City tetaplah tim yang luar biasa yang mampu menunjukan dominasi permainan pada 15 menit awal di Madrid maupun di Manchester.

Namun, dia tidak menampik adanya kesalahan elementer, terutama dalam mengantisipasi umpan panjang yang berujung pada gol lawan.

Bagi Guardiola, jatuh bangun dalam dunia olahraga adalah hal lumrah. Fokusnya kini beralih pada sisa kompetisi domestik dan membangun kembali kekuatan tim untuk musim mendatang. Dia optimistis dengan regenerasi yang sedang berlangsung di kubu The Citizens.

”Masa depan tim ini cerah. Kami meiliki banyak pemain muda berbakat, meski harus diakui saat ini kami belum menjadi tim yang selengkap musim-musim sebelumnya,” tutur Guardiola.

Dia juga sempat menyinggung rivalitasnya dengan Jurgen Klopp di Liga Inggris yang dia nilai sebagai tantangan terbesar dalam karir kepelatihannya. Terkait masa depannya di Stadion Etihad, Guardiola menegaskan komitmennya.

”Saya masih memiliki kontrak. Jika saya katakan kami akan kembali ke kompetisi ini, itu karena saya adalah bagian dari perjalanan tersebut,” tutur Pep Guardiola.

Baca Juga: Dilirik Klub Prancis! Potensi Eliano Reijnders Tinggalkan Persib Bandung, Mahar Tembus Rp 10,43 Miliar

Di sela-sela analisis pertandingannya, Guardiola juga memberikan apresiasi khusus kepada pemain lawan. Termasuk Arbeloa yang dinilainya tampil impresif.

”Dia bermain dengan kualitas tinggi dan koneksi yang baik dengan rekan setimnya. Saya memprediksi dia akan memiliki karier yang panjang dan sukses,” ucap Pep Guardiola.

Pep Guardiola menyampaikan terima kasih kepada para pendukung City yang tetap setia memberikan dukungan moral di tengah situasi sulit. Kompetisi melawan Madrid selalu menjadi tolok ukur sejauh mana timnya telah berkembang secara kualitas dan mentalitas di panggung tertinggi dunia.

Baca Juga: Hanya Hokky Caraka yang Moncer di Super League! Krisis Striker Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah