← Beranda
Xavi Hernandez Tuduh Laporta Halangi Kepulangan Messi ke Barcelona
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 17 Maret 2026 | 18.23 WIB
Calon Presiden Barcelona Joan Laporta bersama Xavi Hernandez. (Istimewa)
 

 

JawaPos.com - Drama di balik layar Barcelona kembali mencuat, dan kali ini datang langsung dari sosok yang pernah berada di pusat proyek klub: Xavi Hernandez.

Mantan pelatih Blaugrana itu melontarkan klaim serius dengan menyebut bahwa Joan Laporta menjadi pihak yang menggagalkan kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou pada 2023.

Melansir ESPN, dalam wawancara yang cukup menghebohkan, Xavi secara terang-terangan menuduh presiden klub tersebut tidak berkata jujur terkait saga kepulangan sang legenda.

Baca Juga: Joan Laporta Terpilih Lagi Jadi Presiden FC Barcelona, Langsung Singgung Hansi Flick di Pidato Perdana

"Presiden berbohong tentang apa yang terjadi dengan Messi," kata Xavi. "Leo sudah dikontrak. Pada Januari 2023, setelah dia memenangkan Piala Dunia, saya berbicara dengannya dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia sangat antusias untuk berlatih."

Xavi bahkan mengungkap bahwa komunikasi dengan Messi berjalan cukup intens saat itu, dan ia merasa kepulangan sang bintang hanya tinggal menunggu waktu.

"Kami berbicara hingga bulan Maret dan saya mengatakan kepadanya: 'Begitu Anda memberi saya persetujuan, saya akan memberi tahu presiden karena ini sangat cocok dalam konteks sepak bola.'"

Baca Juga: Joan Laporta Menang Telak! Socios Barcelona Pilih Stabilitas Ketimbang Perubahan, Kembali Duduki Jabatan Presiden Klub

Menurut Xavi, proses negosiasi sebenarnya sudah berjalan ke tahap serius. Bahkan, ia mengklaim bahwa aspek finansial bukan lagi menjadi kendala utama.

"Presiden menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo (Jorge) dan kami mendapat lampu hijau dari LaLiga secara finansial, tetapi presidenlah yang menarik diri."

Di sinilah tudingan paling kontroversial muncul. Xavi menyebut bahwa keputusan Laporta didasari kekhawatiran akan potensi konflik kekuasaan di dalam klub.

"Dia memberi tahu saya bahwa jika Messi kembali, dia akan membuat perang (melawan Laporta]). Kepentingan saya adalah mengatakan yang sebenarnya. Leo tidak datang karena presiden tidak menginginkannya."

"Adalah bohong jika dikatakan itu karena LaLiga (tidak mengizinkannya secara finansial) atau Jorge Messi meminta lebih banyak uang. Justru presiden dan orang-orangnya yang mengatakan mereka tidak bisa mengizinkannya, bahwa dia (Laporta) memiliki semua kekuasaan dan Messi akan menanganinya dengan buruk."

Baca Juga: Bandingkan Xavi dan Hansi Flick, Joan Laporta: Dinamika Kita Kini Menang

Xavi juga mengakui bahwa situasi tersebut sempat membuat hubungannya dengan Messi merenggang. Namun, ia memastikan bahwa kini komunikasi di antara mereka sudah kembali membaik.

Tak butuh waktu lama, Laporta pun memberikan respons atas tudingan tersebut. Ia mengaku terkejut sekaligus kecewa dengan pernyataan mantan pelatihnya itu.

"Ketika saya melihat apa yang dikatakan Xavi, saya teringat pada Hansi Flick," kata Laporta. "Menjadi presiden Barça adalah pekerjaan yang sulit dan Anda harus membuat keputusan yang sulit. Saya melakukan apa yang harus saya lakukan."

Laporta juga memberikan pembelaan terkait keputusannya mengganti Xavi sebagai pelatih, sekaligus menyiratkan bahwa hasil di lapangan menjadi pertimbangan utama.

"Dengan Xavi, saya melihat bahwa kami akan kalah dan dengan Flick kami akan menang. Saya mengerti bahwa dia sedang terluka. Dengan pemain yang sama, Flick menang."

Baca Juga: Pemilihan Presiden Barcelona Memasuki Babak Akhir, Tiga Nama Resmi Bertarung Meski Joan Laporta Tetap Favorit

Soal Messi, Laporta memberikan versi cerita yang berbeda. Ia menegaskan bahwa pihak Messi-lah yang akhirnya mundur dari rencana kepulangan tersebut.

"Mengenai Messi, begini ceritanya: Pada tahun 2023, saya diberitahu bahwa Messi ingin kembali dan saya mengirimkan kontrak kepada Jorge Messi, yang kemudian datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa akan ada terlalu banyak tekanan di sini dan mereka lebih memilih untuk pergi ke Miami."

Tak hanya soal Messi, Xavi juga melontarkan kritik tajam lainnya terhadap Laporta. Ia bahkan menuding bahwa presiden klub hanyalah figur formal, sementara kekuasaan sebenarnya berada di tangan Alejandro Echevarría.

"Presiden mengatakan saya ingin menyingkirkan 10 pemain dan itu tidak benar," kata Xavi. "Saya ingin anggota klub mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi di dalam klub."

"Laporta meyakinkan saya untuk tetap tinggal ketika saya mengatakan pada bulan Januari bahwa saya akan pergi. Dia mengatakan kepada saya, melalui pesan teks: 'Saya tidak bisa membayangkan tim tanpa Anda.'"

Baca Juga: Barcelona Resmi Mundur dari Super League, Joan Laporta: Tidak Ada Manfaatnya

"Presiden memecat saya tanpa mengatakan yang sebenarnya, dengan syarat yang dipengaruhi oleh seseorang yang berada di atasnya, yaitu Alejandro Echevarría. Artinya, orang yang sebenarnya memecat saya sebagai pelatih adalah Alejandro."

Sejak meninggalkan Barcelona, Xavi memang belum kembali ke dunia kepelatihan. Ia mengaku telah menerima beberapa tawaran, tetapi saat ini memilih menikmati waktu bersama keluarga.

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke dunia sepak bola di masa depan, terutama jika ada peluang melatih tim nasional.

Di tengah semua kontroversi ini, satu hal yang jelas: kisah antara Barcelona, Messi, dan para tokoh di balik layar klub tampaknya masih jauh dari kata selesai.

EDITOR: Edi Yulianto