← Beranda
Badai Cedera Hantam Tottenham Jelang Lawan Liverpool di Anfield, Lini Belakang Spurs Terancam Rapuh
Sri WahyuniSenin, 16 Maret 2026 | 05.26 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor. (Dok. Tottenham Hotspur)
 
 

JawaPos.com - Tottenham Hotspur akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Liverpool FC pada laga lanjutan Premier League, Senin (16/3). Namun, menjelang duel di Anfield, Spurs harus menghadapi kenyataan pahit karena datang dengan kondisi skuad yang pincang akibat badai cedera.

Situasi ini membuat tim tamu diperkirakan tampil dengan komposisi yang jauh dari ideal. Absennya sejumlah pemain kunci di lini belakang memaksa pelatih sementara Tottenham melakukan berbagai penyesuaian taktik, termasuk menempatkan beberapa pemain di posisi yang bukan peran utamanya.

Di sisi lain, Liverpool dikenal sangat kuat ketika bermain di kandang sendiri. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tambahan bagi Tottenham yang sedang berusaha menghentikan tren hasil kurang memuaskan.

Baca Juga: Kiper Muda Tottenham Antonin Kinsky Bisa Bernasib Sama Seperti Loris Karius

Masalah terbesar Tottenham menjelang pertandingan ini adalah absennya sejumlah pemain inti di sektor pertahanan. Bek andalan Cristian Romero dan gelandang bertahan Joao Palhinha dipastikan tidak dapat tampil setelah mengalami gegar otak dalam laga UEFA Champions League melawan Atletico Madrid pada tengah pekan.

Keduanya mengalami benturan keras menjelang akhir pertandingan dan harus ditarik keluar lapangan setelah menjalani perawatan cukup lama. Sesuai aturan protokol gegar otak dari FA, kedua pemain wajib menjalani proses pemulihan sebelum kembali bermain.

Baca Juga: Tottenham Krisis, Harry Redknapp Buka Peluang Comeback untuk Selamatkan Spurs

Pelatih sementara Tottenham, Igor Tudor, pun memastikan keduanya tidak akan tampil dalam laga kontra Liverpool.

"Tidak, tidak, mereka tidak bisa bermain," ujarnya ketika ditanya mengenai kondisi Romero dan Palhinha.

"Saya belum tahu berapa lama mereka akan absen, tetapi kemungkinan mereka bisa kembali saat melawan Nottingham Forest, atau mungkin pada pertandingan Liga Champions berikutnya," lanjutnya.

Krisis Tottenham tidak berhenti sampai di situ. Gelandang Yves Bissouma juga dipastikan absen karena mengalami masalah otot. Sementara itu, bek cepat Micky van de Ven harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah saat menghadapi Crystal Palace.

Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Tottenham: Ajang Teror Bagi Igor Tudor, Arne Slot Punya Ekspektasi Tinggi

Dengan sejumlah pemain utama absen, Tottenham terancam tampil tanpa duet bek tengah andalan mereka. Kondisi ini memaksa tim pelatih kembali melakukan eksperimen taktik demi menjaga keseimbangan pertahanan menghadapi lini serang Liverpool yang tajam.

Meski diterpa krisis, Tottenham mendapat sedikit kabar baik setelah bek Radu Dragusin diperkirakan pulih dari cedera ringan dan siap kembali bermain. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan stabilitas di lini belakang yang sedang kekurangan pemain.

Namun, tanpa Romero dan dengan Van de Ven yang terkena skorsing, para pemain bertahan yang tersedia harus bekerja ekstra keras menghadapi tekanan dari serangan Liverpool.

Dalam situasi darurat ini, pemain muda serba bisa Archie Gray kemungkinan kembali dimainkan di posisi berbeda. Fleksibilitasnya menjadi salah satu solusi bagi Tottenham yang tengah mengalami keterbatasan pilihan pemain.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Dilanda Tren Negatif, Van de Ven Sebut Situasi Skuad Asuhan Igor Tudor “Mengerikan”

Pelatih Spurs bahkan menyoroti bagaimana Gray harus terus berpindah posisi demi menutup kekosongan di tim.

"Masalahnya, dia harus terus berganti posisi di setiap pertandingan. Besok mungkin berubah lagi. Dalam empat pertandingan, Archie Gray sudah bermain di empat posisi berbeda. Dia pemain yang luar biasa," ungkapnya.

Meskipun kondisi tim sedang tidak ideal, pelatih Tottenham tampaknya tetap ingin mempertahankan pendekatan taktik yang sama. Ia diperkirakan masih akan menggunakan sistem tiga bek, meski komposisi pemainnya harus terus disesuaikan.

Kini, tantangan besar menanti Tottenham di Anfield. Mereka tidak hanya harus mengatasi krisis cedera, tetapi juga menemukan cara untuk menahan agresivitas Liverpool di kandangnya.

EDITOR: Edi Yulianto