JawaPos.com - Situasi di Tottenham semakin memanas, dan posisi Igor Tudor sebagai pelatih kepala kini berada di ujung tanduk. Meski tekanan dari berbagai arah semakin besar, pelatih asal Kroasia itu masih dipercaya untuk memimpin tim saat menghadapi Liverpool.
Bagi banyak pengamat, keputusan ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Tudor mencatatkan awal yang sangat buruk dengan menjadi manajer pertama dalam sejarah klub yang kalah dalam empat pertandingan pertamanya.
Tekanan semakin meningkat setelah kekalahan menyakitkan dari Atletico Madrid di Liga Champions. Hasil tersebut membuat seruan agar manajemen Tottenham segera melakukan perubahan semakin keras terdengar.
Baca Juga: Terungkap Alasan Igor Tudor Mengabaikan Antonin Kinsky Setelah Pergantian Pemain
Meski begitu, Tudor tetap berada di bangku cadangan setelah melakukan komunikasi rutin dengan kepala eksekutif klub, Vinai Venkatesham.
Tekanan Besar Jelang Akhir Musim
Tottenham memang dipastikan tidak akan masuk zona degradasi saat menghadapi Liverpool. Namun situasi klub masih sangat genting.
Dengan sembilan pertandingan Premier League tersisa, Spurs hanya unggul satu poin dari zona degradasi. Artinya, setiap pertandingan mulai sekarang hingga akhir musim memiliki arti yang sangat besar.
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Tottenham: Ajang Teror Bagi Igor Tudor, Arne Slot Punya Ekspektasi Tinggi
Ironisnya, pertandingan melawan Liverpool sebenarnya dianggap sebagai laga yang tidak terlalu menentukan secara matematis, karena Tottenham akan menghadapi pesaing langsung dalam perebutan posisi zona aman pada pekan berikutnya.
Namun seperti yang terlihat saat melawan Atletico, rendahnya ekspektasi tidak membuat sorotan terhadap tim dan pelatih berkurang.
Pesan Tegas Tudor Kepada para Pemain
Melansir The Standard, di tengah tekanan tersebut, Tudor mencoba membangkitkan mental para pemainnya dengan pesan yang sangat jelas.
“Anda bisa diam dan menangis atau Anda bisa berjuang. Anda bisa menjadi korban atau Anda bisa mengatakan saya bisa mengubah sesuatu. Inilah pesan yang ingin saya sampaikan dan yang saya katakan kepada para pemain.”
Namun hubungan antara pelatih dan skuad tampaknya tidak sepenuhnya harmonis. Hal itu terlihat jelas saat Tottenham tertinggal 4-0 hanya dalam waktu 22 menit ketika menghadapi Atletico Madrid.
Ketika ditanya apakah para pemain benar-benar mendengarkan instruksinya, Tudor memberikan jawaban yang cukup jujur.
“Beberapa dari mereka memang tidak bisa mengatasinya.”
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa sang pelatih merasa tidak semua pemain memiliki mental dan komitmen yang cukup untuk menghadapi situasi sulit yang sedang dialami klub.
Masalah Pemilihan Pemain
Situasi internal tim juga memunculkan tanda tanya, terutama terkait beberapa keputusan pemilihan pemain.
Ketika ditanya soal tidak dimasukkannya Xavi Simons dalam susunan pemain inti, Tudor memberikan jawaban singkat yang cukup dingin.
“Saya memilih apa yang menurut saya terbaik untuk klub.”
Pernyataan tersebut semakin memunculkan spekulasi bahwa gelandang asal Belanda itu bukan bagian utama dari rencananya saat ini.
Drama di Posisi Penjaga Gawang
Masalah lain yang menjadi sorotan adalah keputusan Tudor memainkan Antonin Kinsky sebagai starter melawan Atletico Madrid.
Keputusan tersebut berujung buruk setelah kiper muda itu melakukan dua kesalahan dalam 15 menit pertama. Kinsky akhirnya ditarik keluar pada menit ke-17.
Tudor sempat mendapat kritik karena terlihat tidak menghampiri sang pemain ketika ia meninggalkan lapangan. Namun pelatih asal Kroasia itu kemudian menjelaskan bahwa ia justru memeluk Kinsky saat jeda pertandingan agar situasi tidak semakin buruk.
Untuk laga melawan Liverpool, Guglielmo Vicario dipastikan kembali menjadi penjaga gawang utama. Tudor juga menegaskan bahwa ia tidak khawatir dengan kondisi mental Vicario setelah sempat dicadangkan.
Krisis Cedera Memperparah Situasi
Di luar persoalan performa tim, Tudor juga harus menghadapi krisis cedera yang cukup parah.
“Kami kembali menghadapi banyak masalah untuk menyusun sebelas pemain utama. Beginilah keadaannya di klub ini. Ini selalu terjadi. Kami mulai membangun sesuatu, lalu terjadi sesuatu, atau kartu merah, atau pertandingan terakhir, atau tiga atau empat cedera.”
“Hal seperti ini sangat jarang terjadi sepanjang karier saya. Saya tidak pernah melihat situasi seperti ini.”
Situasi tersebut membuat pelatih asal Kroasia itu kesulitan menemukan komposisi tim yang stabil.
Waktu Bicara Sudah Habis
Bek Tottenham, Kevin Danso, mengakui situasi klub saat ini sangat serius. Menurutnya, para pemain sudah memahami betapa pentingnya perubahan sikap di lapangan.
Pandangan yang sama juga disampaikan Tudor. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan lagi waktunya untuk berbicara terlalu banyak.
“Kamu bisa tetap tinggal dan menangis, atau kamu bisa melawan. Kamu bisa menjadi korban, atau kamu bisa mengatakan, "Aku bisa mengubah sesuatu."
Tottenham akan menghadapi Liverpool di Anfield dengan misi yang tidak mudah. Spurs sendiri belum meraih kemenangan liga sejak 28 Desember dan bahkan telah kalah dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi—rekor terburuk dalam sejarah klub.
Jika hasil buruk kembali terjadi, bukan tidak mungkin laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhir Igor Tudor sebagai pelatih Tottenham.