JawaPos.com–Keputusan Igor Tudor menarik Antonin Kinsky hanya 17 menit setelah pertandingan dimulai saat Tottenham menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions sempat menjadi sorotan besar. Namun yang lebih mengundang perhatian adalah momen ketika sang pelatih terlihat tidak menghampiri kiper muda itu saat ia meninggalkan lapangan.
Melansir Football London, Igor Tudor menjelaskan alasan di balik sikap tersebut. Menurut pelatih sementara Tottenham itu, tindakannya justru bertujuan untuk melindungi sang pemain dan mencegah situasi menjadi lebih emosional.
Pertandingan di Madrid memang menjadi malam yang sangat sulit bagi Kinsky. Dalam enam menit pertama, dia terpeleset yang berujung pada gol pembuka Marcos Llorente. Tak lama kemudian, dia gagal mengantisipasi tembakan Antoine Griezmann setelah Micky van de Ven juga terpeleset.
Baca Juga: Setelah Absen Empat Laga, Carlos Eduardo Siap Bawa Persija Menang Lawan Dewa United
Kesalahan ketiga datang hanya beberapa menit setelahnya. Kinsky memberikan umpan yang buruk di dalam kotak penalti sendiri yang langsung dimanfaatkan Julian Alvarez untuk membuat skor menjadi 3-0 hanya dalam 16 menit pertama.
Melihat situasi tersebut, Tudor memutuskan untuk segera melakukan pergantian pemain. Keputusan itu memang berisiko secara psikologis, tetapi dia merasa langkah tersebut perlu diambil.
”Ketika Anda membuat keputusan untuk melakukan perubahan, Anda selalu kalah. Ketika Anda melakukan pergantian pemain setelah 15 menit, pelatih kalah dalam kedua kasus. Kasus pertama, karena Anda memasukkannya sehingga semua orang berkata mengapa Anda melakukan ini? Anda menghancurkan pemain itu,” kata pria berusia 47 tahun itu.
Baca Juga: Imbang Lawan West Ham, Pep Guardiola Tegaskan Perburuan Gelar Liga Inggris Belum Berakhir
”Jika tidak, Anda mengambil risiko kebobolan satu atau dua gol lagi, jadi saya mengambil keputusan setelah berpikir dan jika perlu, saya akan melakukan hal yang sama lagi. Itu adalah tindakan untuk membantu melindungi pemain tersebut dan melindungi tim,” lanjut dia.
Alasan tidak langsung memeluk Kinsky
Momen ketika Tudor tidak menghampiri Kinsky setelah pergantian pemain juga sempat menuai kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menilai pelatih seharusnya memberikan dukungan secara langsung kepada pemain yang sedang terpukul.
Namun Tudor menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan secara sengaja untuk menghindari situasi yang lebih emosional di depan publik.
”Kenapa saya tidak memeluknya? Mungkin karena dia marah. Mungkin pelatih melakukan hal-hal untuk menghindari adegan ini dan membuat situasi lebih buruk dari yang seharusnya. Terkadang lebih baik tetap di sana dan kami berpelukan saat jeda. Saat jeda kami berbicara dan tidak ada (lebih) lagi, situasinya terjadi di sana. Selesai di situ,” papar Igor Tudor.
Setelah pertandingan tersebut, Kinsky diperkirakan kembali duduk di bangku cadangan untuk laga Liga Premier melawan Liverpool.
Situasi Xavi Simons di bawah Tudor
Selain situasi Kinsky, Tudor juga mendapat pertanyaan mengenai peran Xavi Simons di dalam tim. Pemain berusia 22 tahun itu merupakan salah satu rekrutan besar Tottenham, namun belakangan jarang mendapatkan tempat di tim utama.
Menariknya, statistik menunjukkan bahwa Tottenham hanya memenangkan tiga pertandingan musim ini ketika Simons memulai laga dari bangku cadangan. Dia juga menjadi pemain yang paling banyak menciptakan peluang di tim.
Meski begitu, Simons tetap dikenal sebagai pemain yang sangat serius dalam mengembangkan diri. Dia bahkan memiliki tim pendukung pribadi yang terdiri dari analis data, analis video, pelatih kekuatan dan kebugaran, pelatih pribadi, hingga pelatih mental.
Pemain internasional Belanda itu juga sering terlihat datang ke pusat latihan pada hari libur untuk terus meningkatkan kondisi fisiknya. Tudor menegaskan bahwa keputusannya murni berdasar kebutuhan tim saat ini.
”Saya memilih apa yang menurut saya terbaik untuk klub. Saat ini, saya memilih pemain yang berbeda. Itu tidak berarti dia tidak akan bermain di Liverpool. Mungkin dia akan bermain. Pemain yang bagus, pemain penting bagi kami. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan,” ujar Igor Tudor.
Tottenham dilanda krisis pemain
Tottenham juga menghadapi situasi sulit menjelang laga tandang ke Anfield. Tim tersebut harus bermain tanpa 12 pemain karena berbagai masalah.
Cristian Romero dan Joao Palhinha absen setelah mengalami gegar otak akibat benturan di udara dalam pertandingan di Madrid. Yves Bissouma mengalami masalah otot, sementara Micky van de Ven harus menjalani skorsing.
Selain itu, Conor Gallagher juga sempat mengalami demam, meskipun diharapkan bisa pulih tepat waktu. Dengan kondisi lini belakang yang tambal sulam, Tottenham kemungkinan harus mengandalkan pemain muda Archie Gray untuk mengisi posisi bek tengah.
Meski situasinya tidak ideal, Tudor tetap mencoba menjaga optimisme timnya menjelang pertandingan melawan Liverpool.
”Kami mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kita lihat siapa yang siap, siapa yang bisa bermain di posisi mana. Berusaha sebisa mungkin meminimalkan perubahan yang sebenarnya tidak mungkin (karena kekurangan pemain) dan kita lihat saja nanti. Mari kita mulai,” terang Igor Tudor.