← Beranda
Imbang Lawan West Ham, Pep Guardiola Tegaskan Perburuan Gelar Liga Inggris Belum Berakhir
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 16 Maret 2026 | 00.56 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok Manchester City)

 

JawaPos.com–Manchester City kembali kehilangan poin penting setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan West Ham. Hasil tersebut membuat jarak mereka dengan pemuncak klasemen liga Inggris, Arsenal melebar menjadi sembilan poin.

Dalam pertandingan di Stadion London, Manchester City sempat berada di posisi yang menguntungkan. Gol Bernardo Silva di babak pertama membawa tim tamu unggul lebih dulu. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Konstantinos Mavropanos berhasil menyamakan kedudukan untuk West Ham sebelum turun minum.

Hasil tersebut terasa semakin pahit bagi Manchester City karena hanya beberapa jam sebelumnya Arsenal meraih kemenangan 2-0 atas Everton lewat dua gol di menit-menit akhir. Ketika para pesaingnya berhasil menjaga momentum, tim asuhan Pep Guardiola justru gagal memberikan respons yang diharapkan saat lawan West Ham.

Baca Juga: Lari 80 Kilometer dalam 8 Laga! Jefferson Silva Bikin Bonek Teriak: Persebaya Surabaya Wajib Kontrak Panjang

City saat ini berada di posisi kedua klasemen dan masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibanding Arsenal. Selain itu, mereka juga dijadwalkan menjamu pemimpin klasemen tersebut pada bulan April.

Namun dengan hanya delapan pertandingan tersisa, banyak pengamat mulai meragukan peluang City untuk mempertahankan gelar. Meski begitu, melansir NDTV, Guardiola menegaskan bahwa timnya belum menyerah.

”Ini belum berakhir. Siapa bilang begitu? Kami tidak kalah. Kami akan terus berjuang. Sembilan poin itu banyak melawan Arsenal, tapi itu terjadi. Kami akan bermain di kandang sendiri jadi kami harus berusaha sampai akhir,” ujar Pep Guardiola.

Baca Juga: Alvaro Arbeloa Puji Penampilan Pemain Akademi Real Madrid Kontra Elche: Saya Bisa Mati dengan Bahagia

”Jika hal itu tidak memungkinkan, maka kita mengucapkan selamat kepada sang juara, tetapi kita harus tetap berusaha,” papar dia.

Secara historis, mengejar ketertinggalan sembilan poin di tahap akhir musim memang bukan perkara mudah. Dalam sejarah Liga Premier, hanya satu tim yang berhasil melakukan hal tersebut setelah melewati 30 pertandingan, yaitu Manchester City pada musim 2013-14.

Namun kondisi City musim ini memang jauh dari performa terbaik mereka. Dalam dua pertandingan liga terakhir, mereka hanya mampu bermain imbang melawan West Ham dan Nottingham Forest yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.

Kesulitan City juga terlihat di kompetisi Eropa. Mereka baru saja mengalami kekalahan telak 3-0 dari Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Jadwal padat juga menanti tim Guardiola. Mereka akan menjamu Real Madrid pada leg kedua pekan depan sebelum menghadapi Arsenal di final Piala Liga, lalu bertemu Liverpool di perempat final Piala FA.

Meski begitu, Guardiola tetap mencoba melihat sisi positif dari performa timnya.

Baca Juga: Prediksi Borneo FC vs Persib Bandung, Jadwal, dan Live Streaming: Super Big Match Jelang Jeda Kompetisi!

”Kami memiliki tim dan semangat yang luar biasa. Kami telah mengerahkan upaya yang luar biasa di Madrid. Dalam dua pertandingan terakhir, kami bermain jauh lebih baik,” kata Guardiola.

”Kami adalah tim yang luar biasa. Kami bermain sangat bagus. Para pemain terus berjuang sampai kami tidak bisa melanjutkan lagi. Tetapi kami tidak mencetak cukup gol padahal kami memiliki kualitas yang bagus dan mereka menghukum kami” lanjut dia.

Arsenal sendiri sudah tiga musim terakhir menjadi runner-up, setelah gagal mempertahankan keunggulan besar yang sempat mereka miliki pada musim 2023 dan 2024 ketika City akhirnya keluar sebagai juara.

Baca Juga: 5 Raja Gocek Baru Super League 2025/2026! Kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira Masuk Elite Dribbler Liga

Kini situasinya justru berbalik. Arsenal berada di posisi terdepan, sementara City harus mengejar dari belakang. Guardiola menyadari tugas tersebut tidak mudah, tetapi dia tetap menolak menyerah.

”Ini sangat sulit, tetapi kami masih punya satu pertandingan tunda, pertandingan kandang melawan Arsenal. Saya tidak mengatakan akan mudah mengalahkan mereka, tetapi masih ada harapan. Anda harus selalu ada di sana,” kata Pep Guardiola.

”Saya tidak tahu bagaimana permainan mereka karena saya tidak menonton pertandingan terakhir, tetapi ada beberapa hal yang saya sukai. Bisa lebih baik, tetapi ya sudahlah,” tutur dia.

Baca Juga: Arda Guler Ungkap Proses Gol Jarak Jauhnya ke Gawang Elche

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah performa lini depan City, khususnya Erling Haaland. Striker Norwegia itu hanya mencetak tiga gol dalam 12 pertandingan liga terakhirnya.

Guardiola mengakui bahwa kurangnya ketajaman di depan gawang menjadi salah satu penyebab inkonsistensi timnya musim ini.

”Kami tidak mencetak cukup banyak gol. Hal itu sudah terjadi ribuan kali untuk tim ini dalam dekade terakhir, tetapi musim ini kami kesulitan. Kami bermain tanpa ancaman berarti dan saya tidak suka itu. Anda membutuhkan percikan semangat di sepertiga akhir lapangan dari para pemain Anda,” terang Pep Guardiola.

”Untuk memenangkan Liga Primer, Anda perlu lebih konsisten. Di masa lalu, kami memiliki konsistensi untuk menang dan menang dan menang, selalu menemukan cara untuk menang. Musim ini, kami dihukum karena tidak mencetak gol meskipun telah menciptakan banyak peluang,” tandas dia.

Baca Juga: Rekor Baru Premier League: Max Dowman Jadi Pencetak Gol Termuda saat Arsenal Kalahkan Everton

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah