← Beranda
Joe Hart Kecewa dengan Cara Igor Tudor Menyikapi Blunder Antonin Kinsky
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 12 Maret 2026 | 19.54 WIB
Antonin Kinsky lakukan blunder di laga kekalahan Tottenham Hotspur lawan Atletico Madrid. (Dok. Tottenham Hotspur)

 

JawaPos.com - Tottenham Hotspur mengalami malam yang sangat sulit saat bertandang ke Wanda Metropolitano dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid. Dalam pertandingan tersebut, Spurs harus menerima kekalahan menyakitkan setelah kesalahan fatal di awal laga membuat mereka tertinggal jauh.

Tim asal London itu sudah berada dalam posisi sulit sejak menit-menit awal pertandingan. Atletico tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Tottenham. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Spurs sudah tertinggal tiga gol akibat serangkaian kesalahan yang merugikan.

Dua di antaranya berasal dari blunder kiper muda Antonin Kinsky, sementara satu kesalahan lainnya datang dari bek Micky van de Ven. Situasi tersebut membuat Tottenham kehilangan momentum dan kesulitan bangkit sepanjang pertandingan.

Bagi Kinsky sendiri, laga ini menjadi penampilan starter pertamanya sejak terakhir kali tampil di Carabao Cup pada Oktober tahun lalu. Keputusan manajer Igor Tudor untuk langsung menurunkan kiper muda itu dalam pertandingan besar Eropa menjadi sorotan banyak pihak.

Setelah melakukan dua kesalahan dalam waktu singkat, Kinsky akhirnya ditarik keluar oleh Tudor. Namun keputusan itu justru memicu kritik, terutama terkait cara sang manajer memperlakukan pemainnya.

Baca Juga: Brace Kvaratskhelia Bantu PSG Benamkan Chelsea di Paris

Melansir Spurs Web, mantan kiper Inggris, Joe Hart, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik situasi tersebut. Ia mengaku merasa sangat kasihan melihat apa yang dialami oleh Kinsky di lapangan.

“Sudah lenyap. Itu umpan yang sangat sulit, dia salah melakukannya. Kaki kiri ke kaki kanan. Ya ampun.”

“Hati saya hancur. Dia mengalami 14 menit yang buruk, tidak ada yang bisa menyangkalnya. Bahkan seluruh stadion merasa kasihan padanya.”

Menurut Hart, yang paling mengecewakan adalah bagaimana Tudor bereaksi setelah menarik keluar kiper mudanya.

“Anda lihat, Tudor bahkan tidak mengakui keberadaan kipernya. Sama sekali tidak mengakuinya. Jika itu yang disebut manajemen pemain, saya sangat tercengang.”

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Steve McManaman yang ikut menjadi analis dalam siaran pertandingan tersebut. Ia menilai tindakan Tudor menunjukkan manajemen pemain yang buruk.

Baca Juga: Antoine Griezmann Akui Lapangan Licin Jadi Penyebab Blunder Tottenham

“Itulah manajemen pemain yang sangat buruk. Ada seorang pria di belakang, berpakaian hitam, dia menghampiri dan memeluknya, dua atau tiga pemain memeluknya.”

“Kiper malang itu mengalami malam yang buruk setelah dipilih oleh manajernya sendiri, dan manajernya bahkan tidak mengakui keberadaannya, tidak menghampirinya dan meminta maaf, tidak mempermasalahkannya, tidak merangkulnya, tidak melakukan sesuatu untuk mempengaruhi situasi. Itu sangat dingin. Kejam.”

Bagi Kinsky, pertandingan tersebut tentu menjadi pengalaman yang ingin segera ia lupakan. Penampilannya sangat kontras dengan performa impresif yang pernah ia tunjukkan pada debut sebelumnya di kompetisi domestik.

Joe Hart juga kembali menyoroti bagaimana Tudor bereaksi selama pertandingan berlangsung. Ia menilai sang pelatih seharusnya memberikan dukungan yang lebih jelas kepada pemainnya, terutama dalam situasi yang sulit.

Baca Juga: Tottenham Buka Pembicaraan dengan Manajer 'Luar Biasa', Nasib Igor Tudor di Ujung Tanduk

“Dia bertindak seolah-olah itu bukan menit ke-14, dan itu tidak terjadi di level mana pun, saya berbicara tentang liga amatir. Ini Liga Champions. Ya, dia mengalami momen buruk. Apakah dia melakukannya dengan sengaja? Tentu saja tidak. Dukung tim Anda, kirimkan pesan. Tidak, dia hanya berdiri di sana, berpura-pura tidak terjadi apa-apa, dan melanjutkan permainan.”

Insiden tersebut kini menjadi sorotan besar dan menambah tekanan bagi Igor Tudor, yang memang sudah berada di bawah kritik setelah serangkaian hasil buruk yang dialami Tottenham dalam beberapa pekan terakhir.

EDITOR: Banu Adikara