JawaPos.com - Kemenangan meyakinkan diraih FC Barcelona saat membungkam Atletico Madrid dengan skor 3-0 di Stadion Spotify Camp Nou, tepatnya pada leg kedua semifinal Copa del Rey. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk membawa Blaugrana ke partai puncak.
Pasalnya, kekalahan telak 0-4 pada leg pertama membuat agregat akhir menjadi 4-3 untuk keunggulan Atletico. Barcelona memang tampil dominan dan memperlihatkan salah satu performa paling komplet mereka musim ini, tetapi defisit gol di pertemuan awal menjadi pembeda.
Meski tersingkir, penampilan tim asuhan Hansi Flick layak mendapat pujian. Setiap lini menunjukkan kualitas terbaiknya.
Marc Bernal tampil gemilang dengan mencetak dua gol. Wonderkid Lamine Yamal terus merepotkan lini pertahanan lawan lewat kecepatan dan kreativitasnya. Pau Cubarsi tampil tenang dan solid mengawal lini belakang, sementara Pedri kembali menjadi motor permainan di lini tengah dengan kontrol tempo dan visi bermainnya yang khas.
Baca Juga: Liga Spanyol Pekan Ini: Real Madrid Berusaha Tempel Barcelona
Dominasi Barcelona begitu terasa sepanjang laga. Tekanan tinggi, penguasaan bola, serta atmosfer stadion membuat Atletico berada dalam tekanan hampir sepanjang pertandingan.
Kapten Atletico, Koke, secara terbuka mengakui kualitas luar biasa Barcelona, khususnya Pedri.
"Barca adalah tim yang fantastis. Anak-anak muda mereka sedang terbang. Pedri, kalau bukan yang terbaik di dunia, dia adalah salah satu yang terbaik. Tidak mudah datang dan bermain di Camp Nou," ujar Koke.
Tak berhenti sampai di situ, gelandang senior tersebut bahkan menyebut Pedri sebagai masa kini dan masa depan sepak bola Spanyol.
"Pedri adalah mesin. Kami beruntung dia orang Spanyol. Dia adalah masa kini dan masa depan Spanyol. Dia akan membawa banyak kebahagiaan untuk Barca dan tim nasional," tambahnya.
Koke juga menyoroti kepribadian sang gelandang.
"Selain menjadi pesepak bola hebat, dia juga sosok yang luar biasa," pungkasnya.
Baca Juga: Atletico Madrid ke Final Piala Raja meski Takluk 0-3 dari Barcelona
Mengenai jalannya pertandingan, Koke mengakui timnya sudah memperkirakan akan mengalami tekanan besar.
"Kami tahu akan menderita. Di babak pertama kami punya peluang untuk membunuh pertandingan, tapi kemudian mereka mencetak gol kedua dan kami harus bertahan dan berjuang. Tim melakukan apa yang harus dilakukan untuk lolos," jelasnya.
Atletico kini menanti pemenang antara Real Sociedad atau Athletic Club di partai final Copa del Rey. Sementara itu, Barcelona harus mengalihkan fokus sepenuhnya ke perburuan gelar La Liga dan Liga Champions Eropa musim ini.
Meski gagal melangkah ke final, penampilan Blaugrana memberi pesan tegas bahwa generasi muda mereka siap menjadi tulang punggung masa depan klub dengan Pedri berdiri sebagai simbol harapan dan kualitas kelas dunia.