← Beranda
Liga Belgia Ricuh! Laga Standard Liege vs Royal Antwerp Dihentikan Usai Wasit Dilempar Gelas oleh Suporter
Aprillia JPMinggu, 19 Oktober 2025 | 04.07 WIB
Pertandingan Liga Pro Belgia ditangguhkan setelah wasit dilempar gelas. (Daily Mail).

JawaPos.com - Insiden mengejutkan terjadi di Liga Pro Belgia ketika pertandingan antara Standard Liege dan Royal Antwerp harus dihentikan sebelum peluit akhir.

Seorang suporter tuan rumah melempar gelas plastik ke arah wasit, memicu keputusan sang pengadil untuk menghentikan laga secara penuh.

Pertandingan Liga Utama Belgia antara Standard Liege dan Royal Antwerp di Stadion Maurice Dufrasne terpaksa dihentikan setelah Wasit Lothar D’Hondt terkena lemparan gelas plastik dari tribun penonton pada menit ke-87.

Saat pertandingan dihentikan, Standard Liege tengah unggul 1-0 berkat gol cepat Rafiki Said yang tercipta hanya 17 detik setelah kick off.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi pada laga itu. Suporter Standard Liege sudah dua kali melempar benda ke lapangan, membuat wasit sempat mengeluarkan dua peringatan dan menghentikan laga selama sepuluh menit sesuai protokol Liga Pro Belgia.

Namun, ketika insiden terulang di menit-menit akhir, D’Hondt langsung meniup peluit akhir dan mengakhiri pertandingan secara resmi.

Sementara itu, pihak klub Standard Liege mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diidentifikasi dan akan dikenai larangan masuk stadion serta dimintai kompensasi.

Pihak liga juga memutuskan pertandingan akan dilanjutkan kembali awal pekan depan secara tertutup (tanpa penonton) mulai dari menit ke-87 dengan skor tetap 1-0.

Namun, reaksi keras datang dari direktur olahraga Standard Liege, Marc Wilmots. Dalam pernyataannya kepada DAZN, Wilmots menilai wasit terlalu mencari perhatian.

“Saya kecewa, terutama untuk sepak bola Belgia. Sekarang para wasit justru menjadi bintang. Itu mulai membuat saya kesal,” ujarnya menyinggung keputusan D’Hondt.

Menurut laporan Daily Mail (18/10), Standard Liege terancam denda berat dan kemungkinan harus menjalani beberapa laga tanpa kehadiran penonton akibat kerusuhan itu.

EDITOR: Hendra