← Beranda
Surau
Edy FirmansyahMinggu, 2 April 2023 | 17.45 WIB
ILUSTRASI

Surau

Antara leleh azan

dan tikar pandan

kurebahkan tubuhku

pada dingin lantai

dini hari

 

Di surau ini

waktu dilamuri gigil cuaca

namun pada lengking pertama

muazin di pengeras suara

dalam pejam kudapati

seluruh-Ku bersalin

dengan seluruh-Mu

/2022–2023

 

---

Subuh di Dusun

Buka pintumu

angin sejuk dini hari

membawa rezeki

angin duduk mengundang mati

 

Begitu setiap subuh

awal mula orang-orang dusun

memulai hari

 

Namun antara sejuk pagi

dan bintang fajar yang sendiri

helai demi helai nasib pekerja

seperti daun kuning tua

 

Maka kubayangkan sebuah dongeng

tentang orang-orang membuka huma

membuat kampung halaman seperti surga

dan abadi. Abadi

/2023

---

Di Kubur Santomerto

Di Kubur Santomerto

batu-batu purba seperti demam

menerima setiap gangsir cuaca

tapi sembari memandang sayu langit cerah

ia menolak tunduk kepada segala lapuk

’’Beginilah semestinya bertahan

beginilah caranya batu-batu purba

menolak tumbang”

Batu-batu itu seperti berbisik

bak kersik daun di kaki-kaki pelancong

 

Aku mengangkat kamera

merekam dua tiga gambar dalam lensa

membayangkan sebuah masa

dalam dongeng-dongeng tua

istana-istana jatuh dan disusun kembali

orang-orang dusun membuka huma

menanam dan memanen yang masih tersisa

; air mata

/2022–2023

 

---

Pikiran

Pikiranku

dipenuhi gadis-gadis miskin

pengemis-pengemis tua

pemulung bocah

menari-nari di udara

 

Nasib kerap bengkok

tapi selalu ada esok

selalu ada kemungkinan

seperti nyala kandil fajar

/2022–2023

---

EDY FIRMANSYAH

Lahir di Pamekasan, Madura. Menulis puisi, cerita pendek, dan esai. Buku kumpulan puisi tunggalnya yang pernah terbit, antara lain, Derap Sepatu Hujan (Indie Book Corner, 2011) dan Ciuman Pertama (Penerbit Gardu, 2012). Buku kumpulan puisi terakhirnya berjudul Ciuman Terakhir (Penerbit Diomedia, 2022).

EDITOR: Ilham Safutra