← Beranda
TenuNYamaN di JIA Curated 2026, Hadirkan ViroFab sebagai Pre-Fabricated Building System Siap Pasar
Mohamad Nur AsikinSenin, 17 Agustus 2026 | 16.10 WIB
ViroFab memperlihatkan bagaimana sistem prefabrikasi dapat menghadirkan arsitektur premium tanpa mengorbankan kualitas desain, fleksibilitas arsitektur maupun pengalaman ruang. (Istimewa).

JawaPos.com — Setelah sukses menjadi pilot project pertama ViroFab pada ARCH 2026, TenuNYamaN kembali hadir dalam JIA Curated 2026 pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali. 

Kehadiran kali ini menandai tahapan baru perjalanan ViroFab, dari sekadar membuktikan konsep menuju market-ready Pre-Fabricated Building System yang siap diterapkan pada proyek luxury hospitality dan premium residential di kawasan tropis.

TenuNYamaN tidak dihadirkan sebagai sekadar exhibition booth, melainkan sebagai living showcase berupa bangunan utuh yang dapat dimasuki, dirasakan, dan dievaluasi secara langsung. 

Melalui instalasi ini, ViroFab memperlihatkan bagaimana sistem prefabrikasi dapat menghadirkan arsitektur premium yang menyatu dengan alam tanpa mengorbankan kualitas desain, craftsmanship, fleksibilitas arsitektur maupun pengalaman ruang.

Seluruh panel, mulai dari struktur, dinding hingga elemen anyaman, difabrikasi di pabrik dan kemudian dirakit di lokasi. Dengan pendekatan tersebut, proses pembangunan TenuNYamaN dapat diselesaikan dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu.

Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata mengatakan, kehadiran TenuNYamaN di JIA Curated 2026 menjadi tonggak penting karena ViroFab kini membawa sistemnya dari tahap proof of concept menuju solusi yang siap diterapkan pada proyek nyata.

Baca Juga: Mengenal 14 Jenis Tanaman Aglonema nan Cantik, Asri dan Cocok untuk Menghijauhkan Rumah

“Setelah membuktikan sistem melalui TenuNYamaN di ARCH, fokus kami kini bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja. Kami ingin memperlihatkan bahwa ViroFab sudah menjadi solusi yang siap diterapkan untuk proyek luxury hospitality dan premium residential, dengan kepastian kualitas, waktu dan biaya tanpa mengurangi kebebasan desain arsitektur,” ujar Johan Yang.

Dari Proof of Concept Menuju Market-Ready
Perjalanan ViroFab melalui TenuNYamaN menunjukkan bagaimana teknologi prefabrikasi dapat berkembang dari sebuah konsep menjadi sistem konstruksi yang memiliki aplikasi nyata.

Bagi ViroFab, masa depan konstruksi bukan sekadar membangun lebih cepat, tetapi menghadirkan proses pembangunan yang lebih pasti. Kepastian tersebut mencakup kualitas hasil, waktu pengerjaan serta pengendalian anggaran, sekaligus tetap memberikan ruang bagi arsitek untuk menghasilkan desain yang memiliki karakter.

Menjawab Tiga Tantangan Utama Konstruksi Luxury
ViroFab dikembangkan untuk menjawab tiga persoalan yang kerap muncul dalam pembangunan luxury hospitality dan premium residential di Indonesia.

Pertama, unpredictable timeline. Proses pembangunan konvensional dapat menghadapi keterlambatan akibat faktor cuaca, logistik dan keterbatasan tenaga kerja.

Kedua, budget overrun. Ketidakpastian selama pembangunan dapat meningkatkan biaya proyek dan pada akhirnya memengaruhi profitabilitas pengembang.

Ketiga, inconsistent quality. Menjaga kualitas pengerjaan agar konsisten di lapangan, khususnya untuk proyek dengan standar premium dan banyak unit, merupakan tantangan tersendiri.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan perencanaan biaya dilakukan secara lebih akurat sejak tahap awal sekaligus mengurangi risiko keterlambatan dan ketidakkonsistenan kualitas di lokasi proyek.

Architecture That Belongs to Nature
TenuNYamaN dibangun dengan filosofi “We do not build against nature. We weave within it.”
Filosofi tersebut menggambarkan pendekatan ViroFab dalam mengembangkan arsitektur untuk kawasan tropis. Bangunan tidak diposisikan sebagai elemen yang berlawanan dengan lingkungan, tetapi dirancang untuk menyatu dengan karakter alam di sekitarnya.

Material, pencahayaan, vegetasi, proporsi ruang hingga pengalaman pengguna dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis dengan lingkungan tropis Bali.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa penggunaan sistem prefabrikasi tidak harus menghasilkan 
bangunan yang kehilangan karakter. Sebaliknya, teknologi manufaktur dapat menjadi bagian dari proses menghadirkan arsitektur premium yang tetap memiliki pengalaman ruang dan nilai craftsmanship.

Dirancang untuk Tropical Luxury Destination
Bali menjadi lokasi yang relevan bagi ViroFab untuk menunjukkan penerapan sistem tersebut. Sebagai salah satu destinasi luxury hospitality dunia, Bali memiliki kebutuhan terhadap proyek yang mampu menggabungkan desain, kualitas, pengalaman dan karakter lingkungan tropis.

ViroFab Pre-Fabricated Building System dirancang untuk berbagai kebutuhan, antara lain luxury villas, boutique resorts, wellness retreats, island developments, beachfront hospitality, serta premium residential.

Dengan karakter tersebut, TenuNYamaN menjadi contoh bagaimana sistem prefabrikasi dapat diterapkan pada pembangunan yang memiliki tuntutan tinggi terhadap kualitas arsitektur dan pengalaman pengguna.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga merasakan bagaimana teknologi, desain, material, pencahayaan, lanskap dan berbagai elemen lainnya dapat bekerja bersama menciptakan pengalaman ruang. Itulah mengapa TenuNYamaN kami hadirkan sebagai living showcase, bukan sekadar booth pameran,” jelas Johan Yang.

Menatap Masa Depan Tropical Luxury Living
Kehadiran TenuNYamaN di JIA Curated 2026 menjadi penanda bahwa ViroFab telah memasuki fase baru. Dari sebuah proof of concept di ARCH 2026, ViroFab kini membawa Pre-Fabricated Building System menuju aplikasi pasar yang lebih luas.

Dengan menggabungkan teknologi fabrikasi, kepastian proses, fleksibilitas desain, ketahanan terhadap iklim tropis, craftsmanship dan kolaborasi lintas industri, ViroFab menawarkan pendekatan baru terhadap pembangunan luxury hospitality dan premium residential.

Melalui TenuNYamaN, ViroFab ingin menunjukkan bahwa masa depan konstruksi tropis tidak harus memilih antara efisiensi dan kualitas, antara teknologi dan alam, ataupun antara kepastian proses dan kebebasan desain. Semua elemen tersebut dapat berjalan bersama untuk membentuk standar baru tropical luxury living.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin