← Beranda
Kisah Penyandang Disabilitas Gunakan Hak Pilihnya di Pemilu 2024, dari Coblos Surat Suara dengan Kakinya hingga Dijemput oleh Kapolres
Muhammad Irfan HabibiKamis, 15 Februari 2024 | 00.08 WIB
Sabar Subadri menggunakan hak pilihnya. Ia bersama istrinya, mencoblos di TPS 43 Klaseman, Sidomukti Salatiga. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com – Hak memilih dalam Pemilu merupakan hak yang diberikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para penyandang disabilitas. Pada Pemilu 2024 kali ini tercatat sebanyak 1,1 juta penyandang disabilitas terdaftar sebagai pemilih.

Mengutip Radar Semarang (Jawa Pos Group), hak memberikan suaranya dalam Pemilu 2024 kali ini tentu tidak disia – siakan, seperti yang dilakukan seorang pelukis tanpa tangan sejak lahir, Sabar Subardi. Ia menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan (14/2) di TPS 43 Klaseman, Sidomukti, Salatiga.

Penyandang disabilitas yang memiliki karya yang telah mendunia ini, memaksimalkan kemampuannya untuk beraktivitas menggunakan kakinya. Ia turut mengantre seperti pemilih lainnya di TPS tersebut walau ditawarkan untuk mencoblos duluan oleh KPPS.

Baca Juga: Seru-seruan Bersama SJC, Merayakan Pemilu 2024 dengan Semangat Demokrasi dan Sepak Bola

“Saya sudah ditawari tetapi saya memilih untuk antre seperti yang lainnya,” ucapnya.

Saat ia dipanggil untuk mencoblos pilihannya, Sabar Subardi dengan didampingi istrinya menuju bilik suara. Istrinya membantunya membuka surat suara sebelum dirinya mencoblos surat suara dengan kaki kirinya. Ia pun tampak tak kesulitan saat melakukan pencoblosan.

“Saya tidak mau dicobloskan orang lain dan tidak mau orang lain tahu pilihan saya,” tuturnya.

Baca Juga: Nadiem Makarim: Pesta Demokrasi Harus Berjalan Aman dan Damai di Pemilu 2024

Menurutnya fasilitas TPS tempatnya menggunakan hak suaranya pun dinilai telah cukup bagi dirinya sehingga tidak ada yang membuatnya kesulitan.

Sementara itu, seorang penyandang disabilitas di Kuantan Tengah, Kuansing, Riau bernama Asmir dibantu oleh Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito untuk menuju TPS 003 Desa Sawah yang berjarak 300 meter.

Asmir yang merupakan penyandang disabilitas menggunakan kursi roda, menyadur dari Riau Pos (Jawa Pos Group), saat Pangucap temui bersama anggotanya tengah duduk di teras rumahnya. Sang Kapolres pun mengantarnya ke TPS dengan menggunakan kursi roda dan didorong bergantian.

Baca Juga: Website KPU RI Down di Hari Pencoblosan Pemilu 2024, Netizen Penuh Tanya Keheranan

Saat tiba di TPS tempat menggunakan hak suaranya pun ia mengikuti proses memilih seperti pemilih lainnya dengan didampingi petugas ke kotak suara untuk mencoblos. Ia pun tampak tidak mengalami kesulitan saat mencoblos pilihannya di bilik suara.

"Saya berterima kasih pada pak Kapolres yang sudah mau menjemput dan mengantarkan saya ke TPS. Karena tak mungkin saya pergi sendiri," ujar Asmir.

Kapolres Kuansing, Pangucap, mengatakan, dirinya mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Tengah yang mengabarkan adanya pemilih disabilitas. Oleh karena itu, ia bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Tengah berinisiatif meninjau beberapa TPS bersama Forkopimda.

Aksi sang kapolres dan anggotanya tersebut pun diapresiasi oleh Ketua KPU Kuansing, Irwan Yuhendi. Ia mengatakan hal tersebut menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan sinergitas Pemilu supaya masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

Ia pun mengatakan jika penyandang disabilitas saat pemungutan suara di TPS termasuk prioritas yang dapat memilih tanpa mengantre sama halnya dengan lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca Juga: Mau Kembali ke Jakarta dari Surabaya Usai Nyoblos pada Pemilu 2024? Simak Jadwal Terbaru Bus DAMRI Trans Jawa Selengkapnya

"Kami pun kaget pak Kapolres dorong langsung penyandang disabilitas ke TPS. Dan ini kami apresiasi," ujar Ketua Bawaslu Kuansing, Mardius Adi Saputra.

EDITOR: Nicolaus Ade