JawaPos.com - Aksi unjuk rasa yang terjadi di depan kediaman Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono telah dibubarkan oleh polisi. Di sana tadi siang terdapat ratusan mahasiswa berdemo di dekat kediaman SBY yang ada di kawasan Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan menerangkan di sana ada sekitar 300 orang yang berunjuk rasa di rumah Ketua Umum Partai Demokrat itu. Meski demikian, polisi tak mengetahui pasti apa tuntutan para demonstran, lantaran tak ada surat pemberitahuan aksi dari kelompok massa.
Pengamat politik Umar Hasibuan, menuturkan, hal itu salah. Karena massa berdemo di rumah pribadi.
"Yang pasti itu salah, karena demo di rumah pribadi. Masa demo di rumah pribadi, lagian SBY kan sudah warga biasa sekarang," kata Umar saat dikonfirmasi, Senin (6/2).
Bahkan dia berkata, aksi itu diduga berkaitan dengan urusan Pilkada DKI yang semakin dekat pelaksanaannya. Menurut Umar yang meraih gelar doktor ilmu politik Universitas Indonesia itu, dengan turun gunungnya SBY di kampanye Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mulai banyak serangan yang datang.
"Sangat jelas kaitan dengan Pilkada. Pastilah, setelah SBY turun gunung buat kampanye AHY, langsung serangan bertubi-tubi ke SBY," sambung dia. (elf/JPG)