JawaPos.com - Sambil tangan bersedekap ke dada, pandangan Ihar Kurniawan, 31, tak juga teralihkan ke arah lapangan tempat anaknya berbaris dengan barisan anak lainnya di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Mathlaul Huda 1 Cibunar, Parung Panjang, Bogor. Ia menatap lekat anak lelaki pertamanya yang juga kali pertama menjejak jenjang sekolah SD.
Ihar mengantarkan anaknya yang berusia tujuh tahun itu dalam hari pertama sekolah. Baginya, momen ini teramat penting hingga ia bahkan memilih mengambil cuti kerja demi bisa langsung mengantarkan dan anaknya pertama kali ke sekolah.
"Kebetulan sih tempat kerjanya kan di supermarket kayak gitu, jadi kita request aja minta off cuti dari hari Sabtu tuh. Sabtu, Minggu, sama Senin tuh saya ambil," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Senin (13/7).
Memang seniat itu Ihar mempersiapkan hari pertama sekolah anaknya. Ia mengamini pentingnya gerakan bapak mengantar anak sekolah. Apalagi di hari pertamanya.
"Namanya anak pertama ya, anak pertama terus kan kita baru mempunyai anak gitu kita kan pengen tahu tuh kondisi anak kayak gimana, terussituasinya kayak gimana, seperti kita dulu kan zaman waktu masih baru masuk sekolah kan belum tentu diantarin sama orang tua atau gimana ya, namanya juga zaman dulu. Kalau sekarang kan beda," tuturnya.
Ihar menegaskan bahwa sudah sewajarnya sebagai orang tua ingin memastikan tahu perkembangan anak dari masa ke masa. Termasuk saat masuk sekolah pertama.
"Sama interaksi sama temen-temennya juga kayak gimana, kita pengen tahu," tegasnya.
Apalagi dengan kondisi istrinya yang juga seorang guru di sekolah lain, Ihar menyebut bahwa ia merasa lebih bertanggung jawab untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Sebagai orang tua, ia tentu merasa khawatir dengan fase anaknya kini. Namun demi melihat anaknya yang terlihat santai dan semangat saat hendak sekolah, ia menutup rapat kekhawatirannya.
Sebelum berangkat ke sekolah pertama, ia pun mewanti-wanti anaknya untuk lebih pada menjaga sikap dan mempunyai sopan santun kepada orang tua maupun sesama.
"Saya tekanin sama anak supaya harus nurut sama instruksi ibu gurunya, sama enggak boleh nakal ya. Terus kan enggak boleh gangguin temannya, harus baik, harus sopan, harus santun, makanya harus selalu izin kalau misalkan mau ke mana, mau ke mana, dan intinya harus ngikutin instruksi sama guru," tandasnya.
Bagi Ihar, di masa anak pertama sekolah belajar bukan hal yang paling mesti ditekankan. Tapi adab terhadap sesama, interaksi dengan teman-teman adalah yang penting untuk modal ke depannya.