JawaPos.com - Universitas swasta mengalami penurunan jumlah pendaftar mahasiswa baru cukup signifikan dua tahun terakhir. Hal itu ditengarai karena universitas negeri membuka waktu pendaftaran yang cukup lama dengan berbagai jalur.
Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Handi Risza. Ia menegaskan bahwa fenomena penurunan pendaftar mahasiswa baru tak hanya dialami Universitas Paramadina, tetapi juga hampir seluruh universitas swasta di Indonesia.
"Jadi memang kita harus akui penerimaan (mahasiswa baru universitas) negeri yang panjang ya dan tidak dibatasi itu dan dengan banyak skema, SNBP, SNBT, jalur mandiri, jalur internasional, prestasi, dan banyak sekalilah, gitu ya, itu sangat menggerus kita, terutama di swasta," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 6 Mei 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
"Mungkin rata-rata range (penurunan) antara 20 sampai 30% lah, gitu, dalam dua tahun terakhir," sambung Handi.
Panjangnya durasi waktu pendaftaran mahasiswa baru di universitas negeri menurutnya sangat mempengaruhi daya saing universitas swasta.
"Karena kan tentu daya tarik negeri itu kan tinggi sekali, dan semua orang ingin kuliah ke negeri, kan? Nah, tentu ini akan berikan dampak buat kita, gitu loh, bagi apa namanya, bagi kampus swasta," tegasnya.
Handi mengaku bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) telah mengadukan hal ini kepada DPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) agar permasalahan tersebut bisa ditengahi.
APTIJI telah menyarankan agar batas waktu penerimaan mahasiswa baru di universitas negeri bisa dibatasi lebih dulu dengan kuota yang juga terbatas dari masing-masing jalur masuk.
"Ya akhirnya, kan kita, bisa lihat, ya, negeri itu mulai dibatasi penerimaannya, waktu penerimanya sampai bulan Juli kalau nggak salah, ya. Dan jumlahnya juga tidak boleh melebihi SNBP sepertinya, gitu ya," jelas Handi.
Di Universitas Paramadina sendiri, penerimaan mahasiswa baru tahun 2026/2027 baru mencapai 500 pendaftar. Ia menargetkan hingga September 2026, pendaftar mencapai 2000 calon mahasiswa.
"Kita targetkan mungkin sekitar 1.000 sampai 1.200. Jadi totalnya setahun itu mungkin kita bisa dapat sekitar 1.800. Mudah-mudahan bisa target kita sampai 2.000, gitu," pungkas Handi.