Jawapos.com - Seluruh SMP dan SMA di Balikpapan ditargetkan sudah bisa menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Namun, beberapa sekolah memang belum memiliki fasilitas yang dibutuhkan. SMP 1 Balikpapan misalnya, dari pada meminjam, pihaknya memilih menyewa laptop untuk pelaksanaan UNBK Mei nanti.
Plt Kepala SMP 1 Balikpapan Ismadji mengatakan, dalam UNBK 2 Mei nanti pihaknya telah menyiapkan 4 ruangan bagi peserta ujian sebanyak 176 siswa. Serta 120 komputer milik sekolah dan 10 laptop milik sekolah. "Idealnya kami siapkan 138 unit komputer. Termasuk di dalamnya 12 komputer cadangan," ujarnya.
Maka dengan melihat kurangnya komputer, pihak sekolah berencana menyewa laptop untuk tambahan komponen. Setidaknya sebanyak 10 hingga 15 unit laptop. Biaya sewa, kata dia, dibebankan melalui dana BOS. Termasuk dengan peminjaman generator selama 4 hari yang harga sewa per harinya sebesar Rp 750 ribu.
"Dalam aturan boleh pakai dana BOS sepanjang untuk penunjang pendidikan. Kami juga putuskan menyewa laptop saja karena pemakaian watt-nya kecil," imbuhnya. Selain itu, menyewa laptop dianggapnya memudahkan siswa ketika ujian. Tanpa harus pindah sementara ke lokasi peminjaman komputer.
"Biasanya kalau kita pinjam komputer kita yang harus mengungsi ke lokasi mereka. Kalau pinjam komputer bawa ke sekolah sini repot. Apalagi barang elektronik, rawan sekali ketika dipindahkan," paparnya.
Dia pun menambahkan, meski dana BOS hingga kini belum cair, penganggaran biaya sewa diperkirakan bisa dilakukan pada April mendatang. “Siswa tidak dibebankan. Gratis. Kami juga mulai bulan ini sudah ada tambahan pelajaran tiap Sabtu selama dua jam untuk persiapan ujian. Tanpa dipungut biaya," tutupnya. (*/ane/rsh/fab/JPG)