← Beranda
Bisa Gabung atau Sewa, SMA dan SMK Yang Sarananya Kurang untuk UNBK
Suryo Eko PrasetyoSenin, 16 Januari 2017 | 22.45 WIB
Sekolah yang Menggelar UNBK Kota Delta

JawaPos.com – SMA dan SMK Kota Delta, baik negeri maupun swasta, bersiap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Apalagi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim menargetkan pelaksanaan UNBK SMA-SMK tahun ini mencapai 100 persen.


Kepala Dikbud Jatim Saiful Rahman menyatakan, pihaknya mengimbau sejak tahun lalu. Jadi, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak siap melaksanakan UNBK.


’’Harus siap. Seluruh SMA dan SMK harus mengikuti kebijakan saya,” katanya. Menurut dia, seluruh kabupaten/kota sudah siap. Kecuali di daerah kepulauan seperti Pulau Bawean.


SMA dan SMK harus mencari jalan keluar sendiri agar bisa menjalankan UNBK. ’’Di Sidoarjo kan tidak ada kepulauan. Jadi, harus siap,” ujarnya.


Bagaimana dengan sekolah kecil yang tidak memiliki sarana dan prasarana (sarpras)? Saiful menyebutkan, sekolah yang masih minim sarpras bisa berkoordinasi dengan SMK dengan meminjam laptop.


’’Mau pinjam atau gabung, terserah pihak sekolah. Yang pasti, tahun ini UNBK harus 100 persen,” tegas Saiful. Tahun lalu, pelaksanaan UNBK di Kota Delta masih sangat minim.


Perinciannya, 5 lembaga SMP, 4 SMA, dan 21 SMK. Sementara itu, total ada 213 SMP di Sidoarjo (negeri dan swasta), 78 SMA, dan 83 SMK. Artinya, banyak lembaga SMA dan SMK yang belum menjadi peserta UNBK tahun lalu.


Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Sidoarjo Kisyanto menuturkan, seluruh SMK swasta di Kota Delta siap mengikuti UNBK. Sebanyak 83 lembaga SMK swasta dipersiapkan sejak awal tahun pelajaran baru tahun lalu.


’’Tahun lalu, kan banyak SMK yang belum siap. Sekarang semuanya sudah siap,” ucapnya. Berbagai persiapan telah dilakukan. Misalnya, pelatihan proctor SMK swasta sejak awal tahun.


Selain itu, seluruh SMK swasta membiasakan pelaksanaan ulangan dengan komputer. Di masing-masing sekolah, minimal ada dua proctor dan satu teknisi.


’’Untuk SMK swasta, 16 kabupaten/kota juga sudah siap,” tutur pria yang juga pengurus MKKS SMK swasta Jatim tersebut.


Kisyanto mengakui, pihaknya telah lama mengetahui kebijakan pemprov bahwa tahun ini harus 100 persen UNBK. Karena itu, MKKS langsung mendata seluruh SMK swasta.


Selanjutnya, pihaknya melakukan sharing pengalaman bersama proctor yang mengikuti UNBK tahun lalu. ’’Yang terpenting saat ini adalah kesiapan mental anak-anak,” katanya.


Menurut dia, pembelajaran teknologi informasi (TI) di SMK sudah tidak asing. Namun, terkait pelaksanaan, UNBK belum pernah dilakukan.


Kadang orang tua takut anaknya tidak lulus, meskipun tahun lalu jelas dinyatakan bahwa unas tidak memengaruhi kelulusan. ’’Sebenarnya, mengerjakan soal dengan komputer lebih enak,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua MKKS SMA Swasta Sidoarjo Sukarno mengaku siap menggelar UNBK tahun ini. Rencananya, pihaknya mengumpulkan seluruh kepala SMA swasta di Sidoarjo pada 24 Januari untuk membahas kesiapan sekolah.


’’Sementara, semua sekolah sudah siap. Tinggal menunggu update saat pertemuan MKKS,” jelasnya. Dia mengakui, tidak semua SMA swasta memiliki sarpras yang memadai.


Solusinya, sekolah menggabung ke subrayon atau berkoordinasi dengan SMK. ’’Jadwal ujian SMK dan SMA kan tidak sama. Jadi, bisa bergabung di SMK,” katanya.


Bukan hanya ujian nasional, ujian sekolah sangat mungkin berbasis komputer. Karena itu, pihaknya benar-benar mempersiapkan diri untuk melaksanakan UNBK.


’’Di Sidoarjo, ada 53 SMA swasta. Kami juga sudah berkumpul untuk persiapan UNBK,” ungkapnya.



Sukarno menambahkan, MKKS SMA juga berupaya menyewa laptop untuk pelaksanaan UNBK. Mereka bakal bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyewa laptopdengan harga yang lebih terjangkau.


’’Yang penting ada laptop dulu. Tahun depan, kami ajukan bantuan sarpras laptop ke pemprov,” tuturnya. (ayu/c18/dio/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo