JawaPos.com - Akhir-akhir sedang ramai diperbincangkan mengenai isu krisis ISBN di Indonesia.
Hal ini terjadi karena salah satu Influencer bernama Issa dengan akun @Issapointofview yang hendak mempublikasikan novel berdasarkan kisah hidup dan perjalanan cintanya.
Postingan tersebut sontak menuai protes dari warganet di platform X lantaran dianggap akan memperburuk krisis ISBN di Indonesia.
Nah, buat kalian yang ingin lebih paham mengenai ISBN dan apa itu krisis ISBN di Indonesia, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
1. Pengertian ISBN
Dilansir dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ISBN (International Standard Book Number) merupakan deretan angka 13 digit sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Setiap nomor memberikan identifikasi unik untuk setiap terbitan buku dari setiap penerbit, sehingga keunikan tersebut memungkinkan pemasaran produk yang lebih efisien bagi toko buku, perpustakaan, universitas maupun distributor.
ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di London.
Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia dan KDT (Katalog Dalam Terbitan).
2. Apa Fungsi ISBN
ISBN sendiri memiliki fungsi yang penting dalam dunia penerbitan di berbagai negara di dunia.
1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.
2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku.
3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London.
3. Apa itu Krisis ISBN
Krisis ISBN merupakan kondisi di mana nomor ISBN di suatu negara jumlahnya berkurang secara drastis.
Diperkirakan jumlah nomor ISBN di negara kita dapat berkurang secara drastis akibat tingginya angka penerbitan buku ber-ISBN.
Krisis ISBN ini dimulai ketika negara kita mendapatkan teguran karena Badan ISBN London menemukan kasus jumlah penerbitan buku yang tidak wajar di Indonesia.
Pihak London mengklaim selama 2020 hingga 2021 Indonesia telah menerbitkan sebanyak 208,191 buku ber-ISBN.
Menurut data statistik Perpusnas, per 2023 sudah ada lebih 728.389 buku yang diterbitkan dengan ISBN.
Jumlah terbitan tersebut sangat banyak, mengingat ketersediaan nomor ISBN dalam negeri terbatas.
Krisis ISBN di Indonesia merupakan imbas dari penerbitan masif yang terjadi selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020 hingga 2021 lalu.