JawaPos.com - Closing statement debat putaran pertama pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menuai kritikan.
Hal itu diutarakan Pemerhati Mikro Ekspresi dari Universitas Indonesia, Monica Kumalasari. Menurutnya, Djarot yang bertindak sebagai penjawab pada pertanyaan terakhir membuat penampilan pasangan petahana menjadi cacat.
Seperti diketahui, pertanyaan moderator Ira Koesno pada segmen terakhir debat putaran pertama Pilgub DKI yakni mengenai kesetiaan para kandidat kelak ketika terpilih dan tidak tergiur dengan tawaran Pilpres 2019.
"Kalau orang melihat seharusnya yang menjawab adalah Pak Ahok ya. Tapi justru malah dia ketawa dan memberikan kesempatan kepada Djarot untuk menjawab," ujarnya Monica di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1).
Aksi tersebut, kata Monica, membuat asumsi masyarakat terarah kepada Ahok yang bakal terpikat dengan pesta demokrasi di seluruh Indonesia tersebut.
"Nah itu yang disayangkan. Di awalnya baik sekali, closingnya itu jadi begitu," sesalnya.
Sedangkan untuk tawa Ahok selama debat dinilainya sebagai bawaan sejak lahir. Bukannya ekspresi untuk meremehkan paslon lain."(Tawa Ahok) Itu baseline (bawaan sejak bayi). Jadi bukannya meremehkan paslon lainnya," tandas dia. (uya/JPG)