← Beranda
Tips Parenting: 8 Kebiasaan Orang Tua Ini Tanpa Sadar Menjauhkan Hubungannya dengan Anak
Setyo Adi Nugroho• Kamis, 2 April 2026 | 04.58 WIB
Ilustrasi kebiasaan orang tua yang membuat anak takut. (Freepik)

JawaPos.com - Menjalin hubungan yang dekat dengan anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang kuat.

Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan orang tua yang justru dapat membuat anak merasa jauh dan kurang dihargai.

Kurangnya komunikasi, tuntutan yang terlalu tinggi, serta minimnya waktu berkualitas bersama bisa membuat anak perlahan menarik diri secara emosional.

Agar hal ini tidak terjadi, penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap cara berinteraksi dengan anak. Berdasarkan Personal Branding Blog, berikut delapan kebiasaan yang diam-diam dapat merusak kedekatan dengan anak dan sebaiknya dihindari.

1) Tidak benar-benar mendengarkan anak

Sering kali, orang tua sibuk dengan pekerjaan atau ponsel saat anak berbicara. Meskipun fisik hadir, tetapi jika tidak ada perhatian penuh, anak akan merasa diabaikan.

Ketika anak berbicara, berikan kontak mata, dengarkan dengan saksama, dan tunjukkan ketertarikan agar ia merasa dihargai.

2) Mengabaikan perasaan anak

Banyak orang tua meremehkan emosi anak dengan mengatakan, “Ah, itu cuma hal kecil,” atau “Jangan cengeng.” Padahal, bagi anak, perasaannya sangatlah nyata.

Jika terus diabaikan, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan kesulitan mengekspresikan emosinya.

3) Terlalu sering mencoba memperbaiki masalah anak

Saat anak mengalami kesulitan, naluri orang tua adalah langsung memberikan solusi. Namun, jika terlalu sering melakukan ini, anak tidak belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Sebaiknya, dengarkan dulu keluhannya, tanyakan pendapatnya, dan bimbing ia menemukan solusi sendiri.

4) Menuntut kesempurnaan dari anak

Harapan tinggi boleh saja, tetapi menuntut anak untuk selalu sempurna justru bisa menimbulkan tekanan berlebihan.

Jika anak merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tua, ia bisa kehilangan kepercayaan diri. Lebih baik apresiasi usahanya daripada hanya fokus pada hasil akhir.

5) Tidak mau mengakui kesalahan sendiri

Orang tua juga manusia yang bisa berbuat salah, tetapi jika selalu merasa benar, anak akan kesulitan belajar tentang tanggung jawab dan permintaan maaf.

Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anak justru bisa membangun hubungan yang lebih kuat dan penuh kepercayaan.

6) Terlalu banyak memberi nasihat

Nasihat yang berlebihan bisa membuat anak merasa tidak dipercaya untuk berpikir sendiri. Terkadang, anak hanya ingin didengar tanpa harus diberi solusi atau ceramah panjang lebar.

Beri kesempatan bagi anak untuk berbicara tanpa interupsi sebelum Anda memberikan saran.

7) Tidak berbagi cerita tentang diri sendiri

Hubungan yang hangat terjalin ketika ada saling berbagi. Jika orang tua hanya bertanya tentang kehidupan anak tanpa pernah menceritakan pengalaman sendiri, anak bisa merasa ada jarak emosional.

Ceritakan pengalaman masa kecil, kegagalan, atau pelajaran hidup agar anak merasa lebih dekat.

8) Tidak meluangkan waktu untuk koneksi yang nyata

Kesibukan sehari-hari sering membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Namun, kualitas lebih penting dari kuantitas.

Luangkan waktu untuk berbincang, bermain, atau sekadar melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan gawai. Momen sederhana ini bisa memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Menjalin hubungan yang dekat dengan anak memerlukan kesadaran dan usaha. Dengan menghindari kebiasaan di atas, Anda bisa menciptakan lingkungan yang lebih hangat dan penuh kasih sayang dalam keluarga.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho