← Beranda
Ratusan Kilometer Bersama DFSK E5 Plus, Begini Kesan di Balik Kemudi Tempuh Jakarta-Bali
Dony Lesmana Eko Putra• Minggu, 27 September 2026 | 18.58 WIB
Perjalanan DFSK E5 Plus dari Jakarta menuju Bali. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perjalanan jauh menjadi salah satu cara paling menarik untuk menguji kemampuan sebuah mobil. Bukan sekadar melihat akselerasi atau kelengkapan fitur, tetapi juga bagaimana mobil menjaga kenyamanan, konsumsi energi, dan performa ketika digunakan berjam-jam di jalan.

Hal tersebut coba dirasakan langsung dalam DFSK E5 Plus Indonesia Media Journey, yang membawa SUV plug-in hybrid (PHEV) tersebut dari Jakarta menuju Bali melalui jalur darat.

Rute Jakarta-Surabaya-Bali yang ditempuh pada 21-24 September 2026 menjadi kesempatan untuk merasakan karakter DFSK E5 Plus dalam kondisi perjalanan nyata.

Mobil tidak hanya digunakan di jalan tol, tetapi juga menghadapi lalu lintas perkotaan, jalan antarkota, tanjakan, hingga perjalanan menuju Bali.

Kabin Nyaman untuk Perjalanan Panjang

Begitu masuk ke kabin, salah satu hal yang terasa adalah konsep E5 Plus sebagai SUV keluarga. DFSK E5 Plus di Indonesia menggunakan konfigurasi enam penumpang dengan captain seat di baris kedua.

Posisi ini membuat ruang penumpang belakang terasa lebih lega dan memberikan ruang personal yang cukup selama perjalanan panjang.

Interior E5 Plus yang nyaman untuk perjalanan jauh. (Kolase Dony/JawaPos.com)
Interior E5 Plus yang nyaman untuk perjalanan jauh. (Kolase Dony/JawaPos.com)

Rasa mewah terasa dengan adanya fitur pendingin jok ini dirancang untuk menjaga punggung dan tubuh tetap sejuk serta nyaman, terutama saat berkendara dalam cuaca panas atau perjalanan jauh. Barisan pertama dan kedua dimanjakan fitur ini.

Bahkan bukan hanya itu, DFSK E5 Plus dilengkapi dengan fitur Wide View Panoramic Sunroof berukuran besar yang membentang hingga baris kedua untuk memberikan kesan kabin yang lebih luas dan mewah.

Kenyamanan juga didukung suspensi dengan teknologi Frequency Selective Damping (FSD). Karakternya terasa lebih mengutamakan kenyamanan ketika melewati permukaan jalan yang tidak selalu mulus.

Untuk perjalanan ratusan kilometer, karakter seperti ini cukup penting. Pengemudi tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga mobil yang mampu mengurangi rasa lelah selama berada di balik kemudi.

Di bagian hiburan, E5 Plus juga memiliki layar berukuran besar serta monitor untuk penumpang belakang. Fitur tersebut membuat perjalanan bersama keluarga menjadi lebih menyenangkan, terutama ketika perjalanan berlangsung berjam-jam.

Motor Listrik Membuat Tarikan Awal Terasa Responsif

Sebagai PHEV, DFSK E5 Plus menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik. Karakter motor listrik paling terasa ketika mobil mulai bergerak dari kondisi diam.

Respons pedal akselerator terasa cepat dan halus sehingga mobil tidak membutuhkan putaran mesin tinggi untuk mendapatkan dorongan awal.

Ketika masuk jalan tol dan membutuhkan akselerasi untuk berpindah lajur atau mendahului kendaraan lain, respons tenaga juga terasa cukup spontan.

Respons pedal akselerator terasa cepat dan halus. (Dony/JawaPos.com)
Respons pedal akselerator terasa cepat dan halus. (Dony/JawaPos.com)

Inilah salah satu karakter menarik mobil PHEV. Motor listrik dapat memberikan respons instan, sementara mesin bensin tetap menjadi sumber tenaga ketika perjalanan membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.

DFSK sendiri membekali E5 Plus dengan baterai sekitar 25 kWh dan mengklaim kemampuan berkendara listrik hingga 140 km berdasarkan standar NEDC. Jarak tempuh kombinasi dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh diklaim mencapai 1.400 km.

Mobil yang kami tumpangi yang terisi baterai penuh (100%) dan tangki BBM penuh (Full), setibanya di Surabaya, sisa baterai di batas minimum sistem sekitar 15%–20%, sedangkan sisa BBM masih melimpah sekitar 50%–55% (sekitar 30–33 liter).

Baterai Tidak Harus Selalu Dicari SPKLU

Salah satu keuntungan utama PHEV baru terasa ketika digunakan untuk perjalanan antarkota.

Berbeda dengan mobil listrik murni yang sangat bergantung pada ketersediaan pengisian daya, DFSK E5 Plus masih memiliki mesin bensin. Artinya, ketika energi baterai mulai berkurang, perjalanan dapat dilanjutkan dengan sistem hybrid.

Dalam perjalanan Jakarta-Bali ini, pengisian baterai kembali dilakukan di Surabaya. Artinya, penggunaan energi listrik tetap dimanfaatkan selama perjalanan, tetapi mobil tidak harus berhenti setiap kali baterai berkurang.

Kondisi tersebut membuat karakter PHEV cukup menarik untuk perjalanan jauh. Baterai dapat dimanfaatkan pada kondisi yang sesuai, sementara mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika perjalanan semakin panjang.

Konsumsi BBM DFSK E5 Plus Jakarta-Bali

Lantas, berapa konsumsi bahan bakarnya? Dalam pengujian perjalanan Jakarta-Bali tersebut, DFSK E5 Plus mencatat konsumsi BBM sekitar 16,2 km/liter. Angka ini merupakan hasil perjalanan aktual dan tentu dapat berubah tergantung kecepatan, kondisi lalu lintas, muatan, gaya mengemudi, serta penggunaan AC.

Mobil di isi 4 penumpang dewasa dengan rata-rata berat badan 70 kg serta barang bawaan 4 koper rata-rata dengan berat 5,5 kg. Hasil tersebut juga perlu dibedakan dengan angka resmi pabrikan.

Seperti diketahui bahwa DFSK mencantumkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.400 km berdasarkan metode NEDC, sedangkan hasil perjalanan media merupakan kondisi penggunaan nyata di jalan.

Ini artinya angka 16,2 km/l bukan berarti konsumsi yang akan selalu didapat setiap pengguna.

Namun, angka tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan E5 Plus ketika digunakan untuk perjalanan jauh. Bisa dibilang kami beropini mobil ini irit namun tidak mengurangi kenyamanan maupun performa.

Fitur ADAS Membantu Saat Perjalanan Jauh

Perjalanan Jakarta-Bali juga menjadi kesempatan untuk merasakan sejumlah fitur bantuan berkendara yang tersedia pada E5 Plus.

Mobil ini dilengkapi sejumlah fitur ADAS, antara lain Forward Collision Warning (FCW), Lane Departure Warning (LDW), Front Cross Traffic Alert (FCTA), Rear Collision Warning (RCW), Door Open Warning (DOW), hingga Speed Warning.

Ada pula kamera 360 derajat dengan tampilan 3D yang membantu pengemudi ketika harus bermanuver atau parkir di area yang sempit.
Untuk perjalanan jauh, fitur seperti lane departure warning dan forward collision warning dapat menjadi pendamping bagi pengemudi.

Namun, seluruh fitur bantuan tersebut tetap berfungsi sebagai pendukung dan bukan pengganti konsentrasi pengemudi.

Fitur Berkendara yang Paling Terasa Manfaatnya

Dari perjalanan panjang tersebut, ada beberapa hal yang terasa relevan untuk penggunaan luar kota. Pertama adalah karakter tenaga motor listrik yang membuat mobil lebih mudah diajak berakselerasi, terutama ketika mulai bergerak atau membutuhkan respons cepat.

Kedua adalah sistem regeneratif yang membantu mengembalikan sebagian energi ke baterai ketika kendaraan mengalami deselerasi. DFSK memang membekali E5 Plus dengan regenerative braking system sebagai bagian dari sistem elektrifikasinya.

Ketiga adalah suspensi FSD yang bekerja menjaga kenyamanan ketika mobil melintasi permukaan jalan yang berubah-ubah.

Keempat adalah fitur ADAS dan kamera 360 derajat yang memberikan bantuan tambahan ketika berkendara di jalan tol maupun saat memasuki area perkotaan yang lebih padat.

PHEV untuk yang Sering Bepergian Jauh

Perjalanan Jakarta-Bali memperlihatkan satu karakter penting DFSK E5 Plus: mobil ini tidak hanya mengandalkan teknologi listrik, tetapi mencoba menggabungkan efisiensi EV dengan fleksibilitas mesin bensin.

Untuk penggunaan harian, kapasitas baterai 25 kWh memungkinkan pemilik memanfaatkan mode listrik dalam aktivitas jarak dekat.

Sementara untuk perjalanan jauh, mesin bensin mengambil peran ketika jarak perjalanan sudah melampaui kemampuan baterai.

Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan DFSK yang menyebut E5 Plus sebagai kendaraan dengan konsep “Electric for Daily, Hybrid for Journey.”

Dari sisi perjalanan Jakarta-Bali, konsumsi BBM 16,3 km/l menjadi salah satu catatan penting. Ditambah pengisian baterai di Surabaya, E5 Plus menunjukkan bagaimana teknologi PHEV dapat digunakan untuk perjalanan antarkota tanpa menghilangkan fleksibilitas yang selama ini menjadi keunggulan mobil bermesin bensin.

Pada akhirnya, daya tarik E5 Plus bukan hanya soal seberapa jauh mobil dapat berjalan, tetapi bagaimana energi listrik dan bensin dikelola untuk membuat perjalanan panjang tetap nyaman dan efisien.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra