← Beranda
CVT Motor Matic Mulai Berisik? Jangan Diabaikan, Ini 7 Penyebabnya
Nanda Prayoga• Sabtu, 26 September 2026 | 23.54 WIB
Ilustrasi perawatan CVT motor matic. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suara aneh dari area CVT menjadi salah satu masalah yang cukup sering dirasakan pengguna motor matic. Bunyi tersebut bisa terdengar saat motor dinyalakan, ketika tuas gas diputar, maupun ketika motor mulai melaju.

Meski terkadang hanya disebabkan kotoran, suara berisik dari CVT juga bisa menjadi tanda ada komponen yang mulai aus.

Karena itu, kamu sebaiknya tidak langsung mengabaikan suara tersebut, terutama jika bunyi semakin keras atau muncul bersama gejala lain seperti getaran dan tarikan yang terasa kurang halus.

Lantas, apa saja penyebab CVT motor matic mengeluarkan suara berisik?

1. CVT Dipenuhi Debu dan Kotoran

Debu dari gesekan komponen dapat menumpuk di dalam rumah CVT. Jika terlalu banyak, kotoran tersebut bisa mengganggu kerja sejumlah komponen dan menimbulkan suara yang tidak biasa.

Kondisi ini cukup umum terjadi pada motor yang sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Karena itu, area CVT perlu dibersihkan secara berkala sesuai jadwal perawatan agar komponen di dalamnya tetap bekerja dengan baik.

2. Roller Mulai Aus

Roller merupakan salah satu komponen penting dalam sistem CVT. Bentuk dan kondisinya berpengaruh terhadap proses perubahan rasio putaran mesin saat motor berakselerasi.

Roller yang sudah aus atau permukaannya tidak lagi berbentuk sempurna dapat membuat kerja CVT menjadi kurang optimal. Salah satu gejala yang mungkin dirasakan adalah munculnya suara atau getaran yang berbeda ketika motor mulai berakselerasi.

3. V-Belt Sudah Mulai Retak atau Aus

V-belt bertugas meneruskan tenaga dari mesin menuju roda melalui sistem CVT. Karena terus bekerja dan mengalami gesekan, komponen ini memiliki usia pakai dan perlu diperiksa secara berkala.

Ketika V-belt mulai aus atau mengalami keretakan, suara dari area CVT dapat berubah. Jika kondisi sudah cukup parah, performa motor juga bisa ikut terganggu.

Karena itu, jangan menunda pemeriksaan apabila V-belt sudah mendekati atau melewati interval penggantian yang direkomendasikan.

4. Kampas Ganda Kotor atau Aus

Kampas ganda bekerja ketika tenaga mesin mulai disalurkan ke roda belakang. Komponen ini bisa mengalami penumpukan debu akibat gesekan selama penggunaan.

Jika permukaan kampas atau bagian rumah kopling mengalami masalah, motor dapat terasa bergetar ketika mulai bergerak. Dalam kondisi tertentu, gejala tersebut juga dapat disertai suara berisik dari area CVT.

5. Rumah Kopling Mengalami Masalah

Rumah kopling atau clutch housing menjadi tempat bekerja kampas ganda. Permukaannya yang tidak lagi dalam kondisi baik dapat memengaruhi proses penyaluran tenaga.

Masalah pada bagian ini bisa ditandai dengan getaran atau suara yang muncul ketika motor mulai berjalan. Pemeriksaan perlu dilakukan jika suara semakin jelas dan tidak kunjung hilang setelah CVT dibersihkan.

6. Bearing CVT Mulai Bermasalah

Bearing berfungsi membantu komponen tertentu di dalam sistem CVT berputar dengan lancar. Seiring penggunaan, bearing dapat mengalami keausan dan menimbulkan suara yang sebelumnya tidak terdengar.

Bunyi akibat bearing biasanya akan terasa mengikuti putaran mesin atau komponen yang berputar. Jika suara terus muncul dan semakin keras, pemeriksaan oleh mekanik diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya.

7. Jadwal Servis CVT Terlewat

CVT membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala karena banyak komponennya bekerja dengan gesekan dan putaran. Jika servis terlalu lama ditunda, debu dan kotoran dapat menumpuk, sementara komponen yang aus tidak segera terdeteksi.

Karena itu, jangan menunggu sampai muncul suara keras atau motor terasa tidak nyaman untuk melakukan servis. Perawatan berkala dapat membantu mendeteksi komponen yang mulai aus sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra