← Beranda
Shockbreaker Sudah Diujikan di Jepang, Hadirkan Stabilitas Saat Berboncengan
Rian Alfianto• Jumat, 25 September 2026 | 22.19 WIB
Showa kenalkan shockbreaker Evo/PD untuk 7 motor Honda di Indonesia. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suspensi aftermarket untuk sepeda motor kini tidak hanya dituntut membuat perjalanan lebih nyaman. Tetapi juga mampu menjaga kestabilan ketika motor digunakan dengan beban berbeda.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus produsen otomotif asal Jepang Showa saat memperkenalkan Evo/PD. Produk itu merupakan shockbreaker baru yang dirancang untuk menyesuaikan karakter redaman berdasarkan kondisi kerja suspensi.

Komponen tersebut diperkenalkan pertama kali untuk publik Indonesia dalam ajang Automechanika Jakarta 2026 di PIK2, Tangerang pada Jumat (25/9). Showa Evo/PD ditujukan untuk sejumlah motor Honda yang banyak digunakan sebagai kendaraan harian. Mulai dari skutik 110 cc hingga 160 cc.

Asia Aftermarket Business Unit Head Astemo Asia Rakesh Gandhi mengatakan Indonesia menjadi negara pertama tempat produk tersebut diperkenalkan kepada publik."Ini produk world premiere yang diperkenalkan pertama di Indonesia," kata Rakesh Gandhi di sela peluncuran Showa Evo/PD, Jumat. Menurut dia, pengembangan dan pengujian shockbreaker tersebut dilakukan di Jepang sebelum dibawa ke pasar aftermarket.

Redaman Berubah Sesuai Posisi Suspensi

Salah satu teknologi yang menjadi pembeda Showa Evo/PD adalah Position Dependence (PD). Teknologi ini membuat gaya redam atau damping force berubah mengikuti posisi dan kedalaman stroke shockbreaker.

Secara sederhana, karakter suspensi tidak dibuat sama dalam setiap kondisi. Ketika motor digunakan dalam kondisi normal, gaya redam dapat dibuat lebih rendah sehingga gerakan suspensi terasa lebih nyaman.

Sebaliknya, ketika motor membawa penumpang atau beban tambahan, sistem akan meningkatkan gaya redam untuk membantu menjaga kestabilan.

Pendekatan tersebut menjadi penting pada motor harian karena beban kerja suspensi dapat berubah-ubah. Motor yang digunakan sendirian memiliki karakter berbeda dibandingkan ketika digunakan berboncengan atau membawa barang.

 

Product Engineer Astemo Bekasi Manufacturing Yohanes Martono mengatakan pengembangan tersebut tetap mengacu pada standar produk Jepang."Showa Evo/PD tidak perlu diragukan lagi karena ini setara dengan produk OEM kualiti Japan nomor satu," ungkap Yohanes di tempat yang sama.

Showa menyebut teknologi tersebut masih berada dalam pendekatan Advance Performance Technology yang dikembangkan untuk menghasilkan karakter pengendalian dan performa tertentu. Teknologi yang digunakan juga disebut mengambil pengalaman dari pengembangan komponen untuk kebutuhan balap.

Per Dirancang untuk Karakter Jalan Asia

Selain mekanisme Position Dependence, Evo/PD menggunakan rancangan per yang dikembangkan di Jepang dengan penyesuaian terhadap karakter jalan di Asia. Suspensi tersebut memiliki tiga tingkatan spring rate. Pengaturan karakter per ini ditujukan untuk menghasilkan kompromi antara kenyamanan, kestabilan, dan respons berkendara.

Desain tersebut berbeda dari konstruksi per OEM konvensional yang umumnya menggunakan dua tingkatan step. Pada Evo/PD, diameter kawat per dibuat lebih besar dengan tiga tingkatan step. Menurut data yang disampaikan Showa, rancangan tersebut mampu meningkatkan kemampuan menyerap energi hingga 23 persen dibandingkan komponen standar.

Bagian lain yang ikut mendapat perhatian adalah bump stopper. Komponen ini menggunakan material urethane khusus untuk meredam benturan ketika suspensi mendekati batas bawah stroke. Showa juga membekali Evo/PD dengan low friction piston ring. Komponen tersebut dirancang untuk mengurangi gesekan pada pergerakan piston sehingga respons stroke suspensi dapat terasa lebih halus.

 

 

EDITOR: Diar Candra