← Beranda
8 Cara Mudah Mendeteksi dan Merawat Engine Mount Mobil Anda
Nanda PrayogaSenin, 21 September 2026 | 18.56 WIB
Ilustrasi kabin mobil. (Pinterest)
JawaPos.com - Getaran mesin sebenarnya merupakan hal yang wajar ketika mobil dalam kondisi hidup. Namun, jika getaran terasa semakin kuat sampai masuk ke kabin, setir, atau bodi mobil, kamu perlu mulai mencari tahu penyebabnya. Salah satu komponen yang patut diperiksa adalah engine mount.

Engine mount berfungsi menopang mesin sekaligus meredam getaran yang dihasilkan ketika mesin bekerja. Komponen ini bisa mengalami kerusakan atau penurunan kemampuan seiring usia dan pemakaian. Lantas, bagaimana cara mendeteksi dan merawat engine mount agar getaran mesin tidak semakin parah?

1. Perhatikan Getaran Saat Mesin Idle

Cara paling sederhana untuk mendeteksi masalah engine mount adalah memperhatikan getaran ketika mobil sedang berhenti dalam kondisi mesin menyala. Jika getaran terasa berlebihan hingga masuk ke setir, jok, atau dashboard, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

Meski demikian, getaran saat idle tidak selalu disebabkan engine mount. Masalah pada busi, sistem bahan bakar, throttle body, atau komponen mesin lainnya juga dapat membuat putaran mesin tidak stabil. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh sebelum menyimpulkan engine mount sebagai penyebabnya.

2. Dengarkan Bunyi Benturan dari Area Mesin

Engine mount yang mulai rusak dapat menimbulkan bunyi tidak normal ketika mesin mengalami perubahan beban. Misalnya, terdengar suara seperti benturan atau hentakan ketika mobil mulai bergerak, melakukan perpindahan gigi, atau saat pedal gas diinjak dan dilepas.

Bunyi tersebut bisa muncul karena kemampuan engine mount dalam menahan pergerakan mesin sudah berkurang. Jika suara semakin sering terdengar, jangan abaikan karena komponen tersebut dapat terus mengalami kerusakan dan berpengaruh terhadap komponen di sekitarnya.

3. Periksa Kondisi Fisik Engine Mount

Pemeriksaan visual juga dapat membantu menemukan tanda-tanda kerusakan. Lihat apakah terdapat retakan pada bagian karet, perubahan bentuk, atau posisi engine mount yang terlihat tidak normal.

 

Pada engine mount tipe hydraulic, perhatikan pula apakah terdapat tanda-tanda cairan merembes dari bagian komponennya. Jika ditemukan kerusakan fisik atau kebocoran, sebaiknya komponen diperiksa oleh teknisi untuk menentukan apakah masih dapat digunakan atau perlu diganti.

4. Rasakan Hentakan Saat Perpindahan Gigi

Pada mobil dengan transmisi otomatis, engine mount yang bermasalah terkadang membuat perpindahan dari posisi Park atau Neutral ke Drive maupun Reverse terasa lebih menghentak. Mesin juga bisa terasa bergerak lebih kuat ketika beban mesin berubah.

Namun, hentakan transmisi tidak otomatis berarti engine mount rusak. Masalah pada transmisi, sistem idle, atau komponen lain juga bisa menghasilkan gejala serupa. Karena itu, pemeriksaan engine mount perlu dilakukan bersamaan dengan komponen terkait.

5. Perhatikan Gerakan Mesin Saat Beban Berubah

Engine mount yang masih baik membantu menjaga posisi mesin tetap stabil meskipun terjadi perubahan beban. Ketika pedal gas diinjak atau dilepas, mesin memang dapat bergerak sedikit, tetapi pergerakannya tidak seharusnya berlebihan.

Jika mesin terlihat bergerak atau bergoyang secara tidak wajar ketika terjadi perubahan putaran mesin, hal tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada dudukan mesin. Pemeriksaan seperti ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi karena melibatkan mesin yang sedang hidup.

6. Jangan Biarkan Kebocoran Oli Mengenai Karet Engine Mount

Kebocoran oli dari bagian mesin yang dibiarkan terlalu lama dapat mengenai komponen berbahan karet, termasuk bagian tertentu pada engine mount. Paparan cairan dalam waktu lama berpotensi mempercepat penurunan kondisi material karet.

 

Karena itu, selain mengganti engine mount yang rusak, sumber kebocoran oli juga perlu diperbaiki. Membersihkan bagian yang terkena oli tanpa mengatasi sumber kebocorannya hanya akan membuat masalah berulang.

7. Hindari Kebiasaan Berkendara yang Membebani Mounting

Engine mount harus menahan bobot mesin sekaligus meredam pergerakannya ketika mobil digunakan. Kebiasaan berkendara yang menghasilkan hentakan berulang, seperti akselerasi dan deselerasi secara kasar, dapat memberikan beban tambahan pada dudukan mesin.

Kamu tidak harus mengemudi terlalu pelan, tetapi biasakan menggunakan pedal gas dan rem secara halus. Saat melewati jalan rusak atau polisi tidur, kurangi kecepatan agar hentakan yang diterima mobil dan komponen penyangga mesin tidak berlebihan.

8. Ganti Engine Mount Jika Sudah Rusak

Engine mount bukan komponen yang bisa dipulihkan kondisinya hanya dengan membersihkan atau memberikan pelumas. Jika bagian karet sudah retak parah, berubah bentuk, atau komponen hydraulic mengalami kebocoran, penggantian biasanya diperlukan.

Gunakan engine mount yang sesuai dengan spesifikasi mobil dan pastikan pemasangannya dilakukan dengan benar. Setelah penggantian, teknisi juga perlu memastikan posisi mesin kembali sesuai dan tidak ada komponen lain yang mengalami masalah.

EDITOR: Diar Candra