JawaPos.com - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil karena berkaitan langsung dengan keselamatan saat berkendara. Namun, bukan hanya kampas atau cakram yang perlu diperhatikan. Kondisi minyak rem juga harus dijaga agar sistem hidrolis bekerja optimal.
Minyak rem yang sudah lama tidak diganti dapat menyerap kelembaban dan mengalami penurunan kualitas. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu korosi pada komponen sistem pengereman, termasuk silinder roda pada rem tromol.
Lantas, bagaimana cara menguras dan merawat minyak rem agar komponen tersebut tidak mudah macet dan berkarat?
1. Periksa Kondisi Minyak Rem Secara Berkala
Langkah pertama adalah memeriksa kondisi minyak rem di reservoir. Perhatikan warna dan ketinggian cairan. Minyak rem yang masih dalam kondisi baik umumnya memiliki warna yang relatif jernih sesuai jenisnya, sedangkan minyak yang sudah sangat gelap atau terlihat kotor dapat menjadi tanda bahwa cairan perlu diperiksa lebih lanjut.
Selain warna, perhatikan juga apakah level minyak rem berada di antara batas minimum dan maksimum. Jika volumenya terus berkurang, jangan hanya menambahkan minyak baru. Kebocoran pada selang, sambungan, master rem, kaliper, atau silinder roda perlu diperiksa karena minyak rem yang berkurang bisa menandakan adanya masalah pada sistem.
2. Gunakan Minyak Rem Sesuai Spesifikasi Mobil
Setiap mobil memiliki spesifikasi minyak rem yang berbeda, misalnya DOT 3, DOT 4, atau jenis lain yang ditentukan pabrikan. Karena itu, jangan asal mencampurkan atau mengganti minyak rem tanpa melihat rekomendasi yang tercantum pada tutup reservoir atau buku manual kendaraan.
Penggunaan minyak rem yang sesuai membantu menjaga karakteristik hidrolis sistem pengereman. Kamu juga sebaiknya menggunakan produk dari kemasan yang masih tersegel dan tidak menggunakan minyak rem yang sudah terlalu lama terbuka karena cairan tersebut dapat menyerap kelembapan dari udara.
3. Kuras Minyak Rem Lama Secara Menyeluruh
Penggantian minyak rem sebaiknya tidak sekadar menyedot cairan dari reservoir lalu mengisinya kembali. Sebagian minyak lama masih berada di dalam saluran rem, sehingga proses bleeding diperlukan untuk mengeluarkan cairan lama dari sistem.
Pada proses ini, minyak rem lama dikeluarkan melalui baut bleeding yang terdapat pada kaliper atau silinder roda, kemudian digantikan dengan cairan baru. Pengerjaan perlu dilakukan dengan hati-hati agar reservoir tidak sampai kosong karena udara bisa masuk ke dalam saluran dan membuat pedal rem terasa lembek.
4. Lakukan Bleeding Sampai Cairan yang Keluar Bersih
Bleeding bertujuan mengeluarkan minyak rem lama sekaligus gelembung udara dari sistem. Biasanya proses dilakukan pada setiap roda sesuai prosedur kendaraan, dengan menekan pedal rem dan membuka-menutup baut bleeding secara teratur.
Perhatikan warna minyak yang keluar dari saluran. Jika masih terlihat gelap atau terdapat kotoran, proses dapat dilanjutkan sampai cairan yang keluar terlihat lebih bersih. Setelah itu, pastikan baut bleeding kembali terpasang dengan benar dan tidak terjadi kebocoran.
5. Jangan Biarkan Reservoir Kosong Saat Menguras
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah membiarkan reservoir minyak rem benar-benar kosong ketika melakukan pengurasan. Jika reservoir sampai kehabisan cairan, udara dapat masuk ke master silinder dan seluruh jalur rem.
Akibatnya, proses bleeding bisa menjadi lebih panjang karena udara harus dikeluarkan dari sistem. Pedal rem juga dapat terasa lebih dalam atau spongy setelah pengerjaan jika masih terdapat udara di dalam saluran.
6. Periksa Silinder Roda pada Rem Tromol
Pada mobil yang menggunakan rem tromol, silinder roda atau wheel cylinder berada di dalam rumah rem dan berfungsi mendorong sepatu rem ketika pedal diinjak. Komponen ini menggunakan piston dan seal yang dapat mengalami korosi atau macet jika terdapat kelembapan maupun kebocoran minyak rem.
Saat melakukan servis rem tromol, periksa apakah piston silinder roda dapat bergerak dengan baik dan apakah terdapat rembesan minyak rem di sekitar karet pelindungnya. Jika ditemukan kebocoran atau korosi parah, komponen sebaiknya diperbaiki menggunakan komponen yang sesuai atau diganti.
7. Bersihkan Komponen Rem, Bukan dengan Sembarangan Cairan
Saat servis rem, kotoran dan debu rem memang perlu dibersihkan. Namun, jangan menggunakan sembarang cairan pembersih karena beberapa bahan dapat merusak karet seal atau komponen tertentu pada sistem pengereman.
Gunakan brake cleaner yang memang diperuntukkan bagi komponen rem dan ikuti petunjuk penggunaannya. Hindari menyemprotkan cairan yang tidak sesuai ke bagian karet atau komponen hidrolis karena dapat memengaruhi material tersebut.
8. Cek Kebocoran Setelah Penggantian Minyak Rem
Setelah proses pengurasan dan bleeding selesai, periksa kembali seluruh bagian sistem pengereman. Lihat area sekitar reservoir, master cylinder, selang rem, sambungan pipa, kaliper, serta silinder roda pada rem tromol.
Tekan pedal rem beberapa kali dan rasakan apakah pedal tetap terasa solid. Jika pedal terasa terlalu dalam, lembek, atau kembali turun ketika ditekan dan ditahan, jangan langsung menggunakan mobil untuk perjalanan jauh. Sistem perlu diperiksa kembali karena bisa saja masih terdapat udara atau masalah lain.
9. Jangan Menunda Penggantian Minyak Rem
Minyak rem memiliki usia pakai dan kondisinya dapat menurun seiring waktu. Salah satu penyebabnya adalah sifat higroskopis pada beberapa jenis minyak rem yang membuatnya dapat menyerap kelembapan dari udara.
Kandungan air yang meningkat dapat menurunkan titik didih minyak rem dan berkontribusi terhadap korosi pada komponen logam di dalam sistem. Karena itu, penggantian minyak rem sebaiknya mengikuti interval yang direkomendasikan pabrikan, bukan hanya menunggu sampai warnanya terlihat sangat kotor.
10. Serahkan Pengurasan Jika Tidak Yakin dengan Prosedurnya
Menguras dan melakukan bleeding minyak rem membutuhkan prosedur yang tepat karena sistem ini berkaitan langsung dengan keselamatan. Jika kamu belum terbiasa membuka baut bleeding, menjaga level reservoir, atau memastikan tidak ada udara yang masuk ke saluran, sebaiknya pekerjaan dilakukan di bengkel.
Servis di bengkel juga memungkinkan teknisi memeriksa kondisi silinder roda, kaliper, selang, pipa rem, kampas, serta komponen lain sekaligus. Dengan begitu, sumber masalah seperti kebocoran atau piston yang mulai macet dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.