JawaPos.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merespons keinginan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Kerja sama keduanya bisa lahir lewat pembangunan charging station (EV charging) di Green Energy Station (GES).
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto, menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik keinginan tersebut. Terlebih perluasan kehadiran charging station bisa mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Hyundai mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, yang sejalan dengan visi Hyundai dalam mendukung mobilitas masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Frans saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (18/9).
Sejalan dengan hal tersebut, dia menegaskan bahwa Hyundai terus mendukung perkembangan ekosistem EV di Indonesia melalui pengembangan jaringan charging. Serta menghadirkan pilihan EV yang semakin lengkap.
“Termasuk melalui kehadiran IONIQ 9 sebagai bagian dari lini kendaraan listrik Hyundai, serta berbagai inisiatif yang mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik,” ungkapnya.
Sebagai informasi, modernisasi jaringan SPBU melalui konsep Green Energy Station (GES) merupakan upaya perseroan guna meningkatkan portofolio pemanfaatan energi terbarukan.
Ciri khas GES Pertamina sendiri adalah totem dengan warna selendang hijau. SPBU yang sudah bersertifikasi Green Energy Station memiliki standar fasilitas seperti PLTS/solar panel yang terpasang di atap SPBU sebagai pasokan listrik mandiri yang bersih.
Kemudian, menyediakan bahan bakar ramah lingkungan dengan kadar sulfur sangat rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95. Serta yang paling penting adalah adanya fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU/EV charging) baik untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua (termasuk battery swap station).