JawaPos.com - Penjualan wholesales mobil listrik atau electric vehicle (EV) melonjak drastis pada periode Januari-Agustus 2026. Angka tersebut tembus 101.171 unit atau tumbuh 99,4 persen dari periode yg sama pada tahun lalu.
Peningkatan penjualan ini disebut-sebut disebabkan sejumlah faktor, dari lonjakan minyak akibat tegangan geopolitik, kehadiran manufaktur lokal produsen global, harga yang semakin terjangkau, hingga masifnya peluncuran model baru pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Melihat hal ini, Wakil Ketua Pengembangan Pasar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, menjelaskan bahwa lonjakan penjualan EV kali ini disebabkan oleh peluncuran EV dengan harga yang semakin terjangkau.
“Lonjakan penjualan EV sekarang makin banyak karena diluncurkan mobil-mobil BEV dengan desain yang baik dan harga yang terjangkau. Sekarang pilihannya makin banyak,” kata Jongkie saat dihubungi JawaPos.com, Senin (14/9).
Demi pangsa pasar yang terus baik, Jongkie pun menyarankan agar pemain-pemain mobil listrik untuk terus konsisten memaksimalkan harga agar tetap terjangkau bagi konsumen.
“Ya desain (mobil juga harus mampu menjangkau konsumen), teknologi harus baik dan harga nya terjangkau,” ungkapnya.
Meski begitu, dirinya belum meyakini peningkatan drastis penjualan kendaraan elektrifikasi akan menggeser kendaraan bertenaga ICE. Hanya saja dia mengungkapkan pangsa pasar EV akan terus tumbuh.
Geser ICE mungkin belum ya , tapi pangsa pasar nya akan naik terus. BEV akan terus tumbuh,” tukasnya.