JawaPos.com - Wuling Motors tengah jadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Konsumen Wuling mengaku sudah membayar lunas, namun unit tak kunjung diterima.
Masalah ini bermula saat konsumen bernama Nancy hendak membeli Wuling Darion secara cash di dealer Surabaya, Jawa Timur, pada Desember 2025. Dia dilayani oleh penjual bernama Raditya.
Nancy membayar uang muka, lalu bulan berikutnya melakukan pelunasan. Transaksi ini dilakukan melalui dealer Wuling di bawah PT Putra Perdana Indoniaga.
Konsumen mengaku membeli mobil resmi dengan kuitansi, materai, dan stempel basah. Sialnya, unit tidak kunjung diterima, dan dia ditawari penggantian dari Darion ke Eksion.
Pada Juni, konsumen menerima pengembalian dana Rp 55 juta dan dijanjikan unit datang bulan berikutnya. Namun, ia mendapat info ada penyalahgunaan dokumen dan manipulasi transaksi.
Wuling buka suara terkait ini. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang dirugikan.
“Wuling Motors kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen serta menghargai kepercayaan yang telah diberikan kepada Wuling Motors,” ungkap Wuling dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Wuling juga sudah menghubungi dan bertemu langsung dengan konsumen pada 5 September. Ini untuk upaya penanganan masalah.
Dalam pertemuan itu, Wuling memberikan opsi dengan mengedepankan pemulihan hak dan kepentingan konsumen.
“Setelah mempertimbangkan opsi yang tersedia, konsumen memilih dan menyepakati penyelesaian berupa penyerahan unit kendaraan Wuling Darion. Proses serah terima kendaraan juga telah dilaksanakan pada hari yang sama,” ungkapnya.
Wuling juga menginstruksikan dealer untuk mengecek seluruh penjualan yang ditangani oknum wiraniaga itu.
Jika ada pelanggaran lain, dealer diminta segera tindaklanjuti sesuai hasil pengecekan dan ketentuan berlaku.
Wuling Motors akan lakukan langkah lanjutan untuk memperkuat proses dan cegah masalah sama. Pertama, meninjau ulang proses seleksi dan pembinaan tenaga wiraniaga.
Ini guna memperkuat standar kompetensi, integritas, dan kualitas tenaga penjual Wuling.
Kedua, meningkatkan evaluasi dan pengawasan standar dan prosedur di semua jaringan dealer, termasuk setiap tahapan pembelian kendaraan.
Ketiga, memperkuat komunikasi dan eskalasi di seluruh jaringan Wuling Motors supaya layanan konsumen bisa segera ditangani.
Keempat, mengoptimalkan fungsi Customer Care sebagai saluran info, dukungan, dan pengaduan. Ini juga memperkuat sistem pemantauan masalah.
“Kami juga sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang beri perhatian, masukan, dan dukungan dalam proses penyelesaian ini. Wuling Motors berkomitmen memastikan tiap konsumen dapat haknya sesuai ketentuan dan terus jaga kepercayaan pada brand dan produk,” tukasnya.