← Beranda
Entry Level Cadillac dan Lincoln Ternyata masih Mahal, Paling Murah Rp 825,7 Juta
AntaraKamis, 3 September 2026 | 15.29 WIB
Cadillac XT5 menjadi produk entry level jenama tersebut yang dibanderol Rp 825,7 juta. (Cadillac)

 

 

JawaPos.com - Pasar otomotif kelas premium di Amerika Serikat (AS), yang memiliki harga cukup terjangkau mulai kehilangan pijakannya.

Dua jenama premium asal Negeri Paman Sam, Cadillac dan Lincoln, kini menempatkan model entry-level mereka dengan harga yang semakin jauh dari konsep “luxury for the masses”.

CarsCoops pada Rabu melaporkan bahwa Lincoln baru saja memperkenalkan Corsair Hybrid 2027 sebagai model entry level bagi konsumen yang ingin masuk ke merek tersebut.

Namun, kendaran ini dibanderol dengan harga mulai dari USD 48.790  atau sekitar Rp 863.2 juta.

Sementara itu, Cadillac mematok XT5 mulai USD 46.595 (sekitar Rp 825,7 juta). Harga tersebut membuat konsumen Amerika harus mengeluarkan dana cukup besar hanya untuk mendapatkan model yang berada di tingkat paling bawah dalam jajaran SUV premium Cadillac.

Fenomena ini menunjukkan perubahan strategi industri otomotif Amerika di mana merek premium tidak lagi terlalu mengandalkan mobil dengan harga relatif terjangkau untuk menarik konsumen baru.

Sebaliknya, produsen lain semakin fokus pada kendaraan dengan margin keuntungan lebih tinggi.

Di sisi lain, Ford sebagai induk perusahaan juga telah mengurangi sejumlah model yang berada di segmen harga bawah, dan mengarahkan portofolionya ke kendaraan yang dianggap memiliki daya tarik serta keuntungan lebih besar.

Masalahnya, strategi tersebut berpotensi menciptakan ruang kosong di pasar. Konsumen yang menginginkan kendaraan dengan citra premium, tanpa harus membayar mendekati harga mobil mewah kelas atas kini memiliki semakin sedikit pilihan.

Kondisi itu juga membuka peluang bagi Audi, BMW, Lexus, hingga sejumlah merek premium baru dalam memanfaatkan celah tersebut, untuk menawarkan kendaraan yang berada di antara mobil mass-market dan luxury car.

Baca Juga: Penjualan Lexus di Indonesia Turun 30 Persen, Segmen Mobil Mewah Masih Melambat

Jika tren berlanjut, istilah “mobil mewah terjangkau” di Amerika Serikat mungkin bukan lagi soal mencari model dengan harga murah, melainkan mencari kendaraan premium yang paling sedikit menaikkan batas anggaran konsumen. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan