JawaPos.com - Mengendarai motor memang terlihat sederhana. Cukup menyalakan mesin, menarik gas, lalu melaju ke tujuan. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan saat berkendara yang justru bisa membuat komponen motor bekerja lebih berat.
Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat mempercepat keausan komponen dan membuat biaya perawatan membengkak. Lantas, apa saja kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari agar motor tetap awet?
1. Sering Menarik Gas Secara Mendadak
Menarik gas secara spontan, terutama ketika mesin baru dinyalakan, membuat mesin dan sistem penggerak bekerja lebih keras secara tiba-tiba. Kebiasaan ini juga dapat membuat putaran mesin melonjak tanpa memberikan waktu bagi komponen untuk bekerja secara bertahap.
Sebaiknya, buka gas secara perlahan, terutama ketika baru mulai berkendara. Cara ini membuat perpindahan tenaga lebih halus dan membantu mengurangi beban berlebih pada komponen motor.
2. Sering Melakukan Pengereman Mendadak
Pengereman mendadak memang terkadang tidak bisa dihindari ketika menghadapi situasi darurat. Namun, jika terlalu sering dilakukan hanya karena kebiasaan berkendara, kampas rem bisa lebih cepat aus.
Selain kampas rem, pengereman agresif juga dapat membuat ban dan komponen pengereman lainnya bekerja lebih berat. Usahakan menjaga jarak aman agar kamu memiliki waktu yang cukup untuk mengurangi kecepatan secara bertahap.
3. Membawa Beban Berlebihan
Setiap motor memiliki batas kemampuan membawa beban. Membawa barang atau penumpang melebihi kapasitas yang dianjurkan dapat membuat mesin, suspensi, ban, dan sistem pengereman bekerja lebih keras.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat mempercepat keausan sejumlah komponen. Karena itu, hindari membawa barang terlalu berat dan perhatikan kapasitas beban yang direkomendasikan untuk motor kamu.
4. Jarang Memeriksa Tekanan Ban
Tekanan ban sering dianggap sepele, padahal kondisi tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan, kestabilan, dan efisiensi motor. Ban yang terlalu kempis membuat hambatan gulir meningkat sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga dapat mengurangi kenyamanan dan cengkeraman ban terhadap permukaan jalan. Periksa tekanan ban secara rutin dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
5. Terlambat Mengganti Oli
Oli berfungsi melumasi sekaligus membantu menjaga komponen mesin dari gesekan berlebihan. Jika oli sudah terlalu lama digunakan, kualitas pelumas dapat menurun dan perlindungan terhadap komponen mesin tidak lagi optimal.
Jangan menunggu motor terasa bermasalah baru mengganti oli. Ikuti interval penggantian yang direkomendasikan pabrikan berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian.
6. Mengabaikan Servis CVT
Bagi pengguna motor matic, CVT merupakan salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Debu dan kotoran dapat menumpuk di dalam rumah CVT, sementara komponen seperti roller, v-belt, dan kampas ganda juga memiliki usia pakai.
Jika perawatannya diabaikan, gejala seperti tarikan bergetar, suara berisik, atau akselerasi yang kurang responsif bisa muncul. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan CVT secara berkala sesuai kebutuhan motor kamu.
7. Tetap Memaksa Motor Saat Sudah Bermasalah
Ketika motor mulai menunjukkan gejala seperti mesin brebet, suara aneh, sulit dinyalakan, atau tenaga tiba-tiba berkurang, jangan langsung menganggapnya sebagai masalah kecil. Terus menggunakan motor dalam kondisi tersebut berpotensi membuat kerusakan semakin parah.
Sebaiknya segera cari tahu penyebabnya atau bawa motor ke bengkel. Menangani masalah sejak awal biasanya lebih aman dan dapat mencegah kamu mengeluarkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.