JawaPos.com - Industri kendaraan komersial bertenaga listrik di Indonesia mulai memasuki fase baru. Setelah produk diperkenalkan dan dipasarkan, Farizon New Energy Commercial Vehicle Group kini mulai menjalankan perakitan kendaraan secara lokal di Tanah Air.
Langkah tersebut ditandai seremoni Manufacture Agreement Signing Ceremony dan line off unit pertama Farizon V8E Cargo Van di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta. “Ini merupakan proyek produksi knock down pertama Farizon di luar negeri,” ujar CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group Mike Fan.
Dia menambahkan, dalam proyek tersebur, Farizon menggandeng ARISTA sebagai distributor resmi di Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor sebagai mitra manufaktur lokal. Selain V8E, model F3E juga masuk dalam daftar kendaraan yang dirakit di fasilitas itu.
Menurut Mike, produksi lokal akan membantu Farizon mendekatkan proses pengembangan kendaraan dengan kebutuhan pasar Indonesia. “Kami dapat terus mengembangkan kendaraan yang semakin sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhan pengguna,” katanya.
Kehadiran lini produksi di Purwakarta menjadi tahap lanjutan bagi perjalanan Farizon di Indonesia yang dimulai sejak Januari 2026. Dari pengembangan pasar dan distribusi, perusahaan kini masuk ke aktivitas manufaktur melalui skema produksi KD (Knocked Down).
Indonesia sekaligus menjadi lokasi produksi KD pertama Farizon di luar negeri. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan rantai nilai kendaraan komersial listrik, mulai dari manufaktur, rantai pasok, distribusi hingga layanan purnajual.
Indonesia Beralih dari Pasar Menjadi Basis Produksi
Perubahan posisi Indonesia tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan kendaraan komersial untuk sektor logistik, distribusi barang, transportasi, hingga pelayanan publik.
Farizon mengarahkan pengembangan produknya pada berbagai kebutuhan operasional di Indonesia. Produksi lokal dinilai dapat membantu perusahaan menyesuaikan kendaraan dengan karakteristik jalan serta pola penggunaan kendaraan komersial di dalam negeri.
V8E menjadi salah satu model yang mengawali perjalanan manufaktur Farizon di Indonesia. Sementara itu, F3E turut dirakit secara lokal dan menjadi bagian dari pengembangan portofolio kendaraan komersial listrik perusahaan.
PT Handal Indonesia Motor berperan sebagai mitra manufaktur dalam proyek tersebut. Pengalaman perusahaan di bidang perakitan kendaraan menjadi salah satu fondasi untuk menjalankan produksi Farizon di fasilitas Purwakarta.
“Kami menyambut baik kepercayaan Farizon kepada PT Handal Indonesia Motor,” ujar President Director PT Handal Indonesia Motor Denny Siregar.
Menurut Denny, kerja sama tersebut turut membuka ruang bagi pengembangan kemampuan manufaktur lokal dalam menangani kendaraan komersial listrik. “Kami terus meningkatkan kapabilitas manufaktur lokal,” katanya.
Di sisi distribusi, ARISTA menjalankan peran dalam membawa produk Farizon ke pasar Indonesia. Jaringan distribusi dan pengembangan pasar menjadi penghubung antara kendaraan yang diproduksi dengan kebutuhan pengguna di berbagai sektor.
Direktur PT Arista Manufacturing Indonesia Christoforus Ronny menyebut dimulainya produksi lokal sebagai tahap penting bagi ketiga perusahaan. “Ini merupakan langkah besar bagi ARISTA, Farizon dan Handal,” ujar Ronny.
Dia mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung perkembangan kendaraan komersial listrik di Indonesia. “Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini,” katanya.
Dengan dimulainya produksi lokal, Farizon memiliki ruang untuk mengembangkan produk, rantai pasok, distribusi dan layanan secara bertahap mengikuti pertumbuhan pasar.
Baca Juga: Geely Perkenalkan Van Listrik Farizon SV, Siap Saingi Ford Transit
Ke depan, Farizon akan mengembangkan pasar Indonesia, menyesuaikan produk dengan kebutuhan pengguna, serta melanjutkan kerja sama dengan mitra lokal dan kawasan ASEAN. (*)