← Beranda
Motor Matic Berat saat Ditarik? Jangan Langsung Ganti CVT, Cek 5 Kemungkinan Penyebabnya
Dinarsa KurniawanKamis, 13 Agustus 2026 | 18.19 WIB
Ilustrasi membongkar CVT motor matic. (Wahana Honda)

 

JawaPos.com - Motor matic menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Tingginya penggunaan kendaraan roda dua juga tercermin dari penjualan domestik yang mencapai 6,41 juta unit sepanjang 2025. Memasuki 2026, AISI memperkirakan pasar motor domestik masih berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Salah satu keluhan yang sering dirasakan pemilik motor matic adalah tarikan terasa berat. Gejalanya bisa muncul ketika motor mulai berjalan, saat melewati tanjakan, atau ketika pengendara membutuhkan akselerasi lebih cepat.

Kondisi tersebut sering langsung dikaitkan dengan komponen CVT. Padahal, tarikan berat tidak selalu berarti seluruh komponen CVT harus diganti.

1. Filter udara kotor

Filter udara yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Akibatnya, proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal dan respons mesin bisa terasa menurun.

Motor yang digunakan setiap hari di wilayah dengan tingkat polusi dan debu tinggi membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi filter udara.

Jika filter sudah terlalu kotor, membersihkan atau menggantinya sesuai rekomendasi pabrikan dapat membantu mengembalikan performa mesin.

 

2. Busi mulai melemah

Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran. Ketika kondisinya sudah menurun, percikan api yang dihasilkan dapat tidak optimal.

Gejalanya tidak selalu berupa mesin sulit dinyalakan. Dalam beberapa kasus, motor masih dapat hidup normal, tetapi akselerasinya terasa kurang responsif.
Karena itu, kondisi busi sebaiknya diperiksa ketika motor mulai terasa berbeda dari biasanya.

 

3. V-belt dan roller CVT aus

Komponen CVT menjadi salah satu bagian yang patut diperiksa ketika tarikan motor matik terasa berat. 

V-belt yang sudah mengalami keausan dapat memengaruhi penyaluran tenaga dari mesin ke roda belakang. Begitu pula roller yang permukaannya sudah tidak dalam kondisi ideal.

Gejalanya dapat berupa akselerasi awal yang kurang responsif, munculnya getaran, atau suara yang berbeda dari area CVT.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesuai jadwal servis karena kondisi setiap motor dapat berbeda tergantung jarak tempuh dan pola pemakaian.

 

4. Kampas ganda dan rumah kopling kotor

Kotoran atau debu dari gesekan komponen CVT juga dapat memengaruhi kerja kampas ganda dan rumah kopling. Jika bagian tersebut sudah terlalu kotor atau mengalami keausan, gejalanya dapat terasa ketika motor mulai bergerak dari posisi diam.

Pengendara bisa merasakan getaran atau tarikan yang tidak halus saat membuka gas. Membersihkan area CVT secara berkala menjadi salah satu bagian perawatan yang tidak sebaiknya dilewatkan.

 

5. Tekanan ban terlalu rendah

Masalah tarikan motor tidak selalu berasal dari mesin. Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga motor terasa lebih berat ketika digunakan.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara. Karena itu, sebelum membawa motor ke bengkel dan mengganti komponen mahal, pemilik bisa melakukan pemeriksaan sederhana terhadap tekanan ban.

 

Jangan langsung mengganti komponen

Ketika tarikan motor matik mulai terasa berat, pemilik sebaiknya tidak langsung mengganti seluruh komponen CVT. Pemeriksaan perlu dilakukan secara bertahap untuk menemukan sumber masalah.

Mulai dari hal sederhana seperti tekanan ban, kondisi filter udara, dan busi. Setelah itu, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke bagian CVT apabila gejala masih muncul.

Perawatan berkala juga menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius. Buku manual kendaraan dapat dijadikan acuan utama untuk mengetahui jadwal pemeriksaan dan penggantian komponen.

Baca Juga: CVT vs AT Konvensional, Mana yang Lebih Awet dan Ramah di Kantong?

Dengan perawatan yang tepat, pemilik motor dapat menghindari penggantian komponen yang sebenarnya masih layak digunakan sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan