← Beranda
Mobil Sudah Punya ADAS, Masih Perlukah Pengemudi Tetap Fokus? Ini Faktanya
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 19 Juni 2026 | 16.53 WIB
Foto: Mitsubishi Xforce dibekali fitur ADAS. (Istimewa).

JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, fitur keselamatan berbasis teknologi semakin banyak hadir pada mobil yang dipasarkan di Indonesia.

Tidak hanya kendaraan premium, sejumlah model di segmen menengah kini sudah dibekali Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Fitur ini mencakup Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Blind Spot Monitoring (BSM), Automatic Emergency Braking (AEB), hingga Traffic Jam Assist.

Kehadirannya membantu pengemudi menjaga jarak aman, tetap berada di jalur, hingga mengurangi risiko tabrakan.

Meski demikian, ADAS bukanlah teknologi yang dapat membuat mobil mengemudi sendiri sepenuhnya.

ADAS Hanya Asisten, Bukan Pengganti Pengemudi

ADAS dirancang untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi di jalan. Sistem bekerja melalui kombinasi kamera, radar, sensor, dan perangkat lunak yang terus memantau kondisi sekitar kendaraan.

Sebagai contoh, Automatic Emergency Braking dapat memberikan peringatan atau melakukan pengereman otomatis ketika mendeteksi potensi tabrakan. Sementara Lane Departure Warning akan mengingatkan saat kendaraan keluar jalur tanpa sengaja.

Namun seluruh sistem tersebut tetap memiliki keterbatasan. Saat hujan deras, kabut tebal, atau marka jalan tidak terlihat jelas, kemampuan sensor dalam membaca kondisi sekitar dapat menurun.

Karena itu, pengemudi tetap harus memegang kendali penuh selama perjalanan.

Jangan Terlalu Percaya pada Teknologi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu bergantung pada fitur ADAS. Banyak pengemudi merasa lebih santai ketika Adaptive Cruise Control atau Lane Keeping Assist aktif.

Padahal teknologi tersebut hanya membantu, bukan menggantikan keputusan manusia.

Dalam kondisi darurat, sistem mungkin tidak selalu mampu mengenali seluruh objek atau situasi yang muncul secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, pengemudi harus tetap fokus, memegang kemudi, dan siap mengambil alih kendali kapan saja.

Sensor ADAS Juga Punya Keterbatasan

Kamera dan radar yang menjadi "mata" ADAS tidak selalu bekerja sempurna. Kondisi cuaca buruk, cahaya minim, sensor kotor, atau jalan yang tidak memiliki marka jelas dapat memengaruhi kinerja sistem.

Dalam beberapa situasi, sensor juga bisa kesulitan mendeteksi objek kecil, kendaraan yang berhenti mendadak di tikungan, atau hambatan yang muncul secara tiba-tiba.

Inilah alasan mengapa pabrikan selalu menegaskan bahwa ADAS merupakan fitur bantuan mengemudi, bukan sistem otonom sepenuhnya.

Manfaat ADAS Tetap Sangat Besar

Meskipun tidak dapat menggantikan pengemudi, ADAS terbukti membantu meningkatkan keselamatan berkendara.

Blind Spot Monitoring dapat mengurangi risiko kecelakaan saat berpindah jalur. Rear Cross Traffic Alert membantu mendeteksi kendaraan saat mobil mundur dari area parkir. Sementara Adaptive Cruise Control membantu menjaga jarak aman saat perjalanan jauh.

Kehadiran fitur-fitur tersebut membuat pengemudi lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko kesalahan manusia.

Gunakan ADAS dengan Bijak

Agar manfaatnya maksimal, pengemudi perlu memahami cara kerja dan keterbatasan setiap fitur ADAS. Pastikan kamera dan sensor selalu bersih, tetap fokus saat berkendara, serta jangan menjadikan ADAS sebagai alasan untuk bermain ponsel atau melakukan aktivitas lain di belakang kemudi.

Perlu diingat, sebagian besar mobil yang dijual saat ini masih menggunakan teknologi bantuan mengemudi (driver assistance), bukan kendaraan otonom penuh.

ADAS merupakan salah satu inovasi keselamatan terbaik di industri otomotif modern. Teknologi ini mampu membantu mengurangi risiko kecelakaan dan membuat perjalanan lebih nyaman. Namun ADAS bukan pengganti konsentrasi pengemudi.

Semakin canggih mobil yang digunakan, semakin penting pula kesadaran untuk tetap fokus, waspada, dan bertanggung jawab saat berkendara. Pada akhirnya, keselamatan di jalan tetap ditentukan oleh manusia yang berada di balik kemudi.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra