JawaPos.com - Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga pengawasan operasional yang baik.
Di tengah meningkatnya aktivitas transportasi dan logistik, pemanfaatan teknologi telematika menjadi salah satu solusi untuk membantu perusahaan memantau armada, mengurangi risiko kecelakaan, serta menjaga efisiensi operasional sehari-hari.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menilai teknologi digital memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung operasional kendaraan niaga.
Karena itu, perusahaan mendorong pemanfaatan aplikasi MyIsuzuID yang terintegrasi dengan sistem telematika Isuzu Link guna membantu pelanggan memantau kondisi armada secara lebih mudah dan terukur.
Menurut Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, keselamatan berkendara merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis transportasi dan logistik.
"Selain kondisi kendaraan yang prima, pemantauan operasional secara berkala juga menjadi bagian penting untuk mengurangi potensi risiko di jalan," ujar Rian, Jumat (19/6) di Jakarta.
Menurutnya, melalui aplikasi MyIsuzuID, pengguna dapat mengakses berbagai layanan pendukung, mulai dari informasi lokasi Bengkel Mitra Isuzu (BMI), dealer resmi, hingga toko suku cadang.
Seluruh informasi tersebut terintegrasi dengan peta digital sehingga memudahkan pengguna saat membutuhkan bantuan di perjalanan.
Selain itu, aplikasi ini juga terhubung dengan Isuzu Link, sebuah sistem telematika yang memungkinkan pemilik armada memantau aktivitas kendaraan secara real-time.
Informasi yang ditampilkan tidak hanya terkait posisi kendaraan, tetapi juga mencakup kondisi operasional dan perilaku berkendara pengemudi.
Salah satu fitur yang tersedia adalah pemantauan perilaku berkendara atau Driver Safety Behaviour.
Fitur ini dapat membantu perusahaan mengetahui kebiasaan mengemudi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, seperti kecepatan berlebih maupun manuver yang kurang aman.
Sistem juga dilengkapi pengingat durasi berkendara yang dapat membantu mengurangi risiko kelelahan pengemudi. Aspek ini menjadi perhatian penting mengingat faktor kelelahan masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan kendaraan niaga di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, teknologi telematika juga memungkinkan pemilik armada menerima informasi lebih dini ketika terjadi indikasi gangguan pada kendaraan.
Dengan demikian, pemeriksaan atau perawatan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berdampak pada operasional yang lebih besar.
Bagi perusahaan yang mengelola armada dalam jumlah banyak, data operasional yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi kerja.
Pemanfaatan teknologi seperti telematika kini semakin menjadi bagian dari transformasi industri transportasi.
Kehadirannya bukan sekadar untuk memantau kendaraan, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun budaya keselamatan berkendara yang lebih baik, sekaligus menjaga produktivitas armada di tengah tuntutan operasional yang semakin tinggi.