← Beranda
Teltonika Kenalkan Teknologi Pelacak Kendaraan yang Tetap Berfungsi Meski GPS Diblokir
Nanda PrayogaJumat, 5 Juni 2026 | 02.39 WIB
Adomas Jurenas, Head of Sales for South Asia at Teltonika’s Telematics Division. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perkembangan teknologi telematika tidak lagi sekadar berfokus pada pelacakan lokasi kendaraan melalui GPS. Industri kini menghadirkan berbagai inovasi yang memungkinkan pemantauan kendaraan maupun aset tetap berjalan meski berada di lingkungan dengan keterbatasan sinyal.

Berbagai solusi baru tersebut diperkenalkan dalam Telematics Summit yang digelar Teltonika di Jakarta pada Kamis (4/6). Selain menyoroti teknologi pelacakan kendaraan tanpa ketergantungan penuh pada GPS, perusahaan juga memperkenalkan sistem pemantauan dalam ruangan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri, logistik, hingga sektor kesehatan.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah teknologi dead reckoning, sebuah metode yang memungkinkan posisi kendaraan tetap diperkirakan meskipun sinyal GPS hilang atau tidak tersedia.

Pada umumnya, sistem pelacakan kendaraan memerlukan koneksi ke beberapa satelit GPS untuk menentukan lokasi secara akurat. Dalam kondisi tertentu, akses terhadap sinyal satelit dapat terganggu, baik karena faktor lingkungan maupun tindakan sengaja seperti penggunaan perangkat pengacak sinyal (jammer) oleh pelaku pencurian kendaraan.

Ketika hal itu terjadi, perangkat pelacak konvensional biasanya kehilangan kemampuan untuk mengirimkan informasi lokasi secara real-time.

Untuk mengatasi kendala tersebut, teknologi dead reckoning memanfaatkan kombinasi sensor gyroscope dan accelerometer yang tertanam pada perangkat telematika.

Gyroscope berperan mendeteksi arah dan perubahan sudut gerak kendaraan, sedangkan accelerometer mengukur percepatan atau kecepatan pergerakannya.

Dengan mengolah kedua data tersebut secara bersamaan, sistem dapat memperkirakan posisi dan rute kendaraan meski tanpa bantuan GPS.

Teknologi ini dapat diterapkan pada berbagai jenis kendaraan, baik yang menggunakan mesin pembakaran internal maupun kendaraan listrik. Solusi tersebut kini telah tersedia pada lini perangkat GPS generasi terbaru yang dikembangkan Teltonika.

“Tim Teltonika menghadirkan teknologi telematika terbaru serta pengalaman global bagi para mitra bisnis kami di South Asia. Kami tidak hanya menjual perangkat pelacak, tetapi juga membangun kemitraan dengan para penyedia solusi,” ujar Adomas Jurenas, Head of Sales for South Asia at Teltonika’s Telematics Division.

Dia menegaskan, bahwa pihaknya menyampaikan apa yang telematika bisa lakukan untuk bisnis, serta memperhatikan masukan dari para mitra. Sebelumnya, mitra bisnis Teltonika menggunakan Bluetooth standar untuk pelacakan di dalam ruangan, namun mereka harus mencari berbagai cara tambahan agar proyek dapat berjalan optimal.

“Mendengar kebutuhan tersebut, kami kemudian menghadirkan solusi yang lebih sesuai untuk berbagai kebutuhan pemantauan dalam ruangan,” lanjutnya.

Selain dead reckoning, Teltonika juga memperkenalkan teknologi Wirepas Mesh yang dirancang untuk mendukung pelacakan aset di dalam ruangan secara nirkabel.

Teknologi ini ditawarkan sebagai alternatif dari Bluetooth yang selama ini banyak digunakan pada perangkat telematika maupun perangkat elektronik konsumen seperti ponsel pintar, speaker nirkabel, dan headphone.

Meski telah menjadi standar industri selama bertahun-tahun, penggunaan Bluetooth pada proyek pelacakan aset berskala besar di area tertutup memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah potensi interferensi antarperangkat ketika digunakan dalam lingkungan dengan kepadatan perangkat yang tinggi, seperti gudang atau pusat distribusi.

Wirepas Mesh dikembangkan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menghadirkan jaringan komunikasi yang lebih stabil dan efisien. Selain itu, teknologi ini dinilai lebih ekonomis untuk implementasi berskala besar yang melibatkan pemantauan ribuan aset secara bersamaan.

Dalam demonstrasinya di Telematics Summit, Teltonika menunjukkan penerapan Wirepas Mesh untuk melacak keberadaan peralatan medis di lingkungan rumah sakit.

Pemanfaatan teknologi tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kepada pasien di berbagai negara kawasan South Asia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra