← Beranda
5 Rahasia Aman Beli Mobil Bekas Kilometer Tinggi, Jangan Sampai Tertipu
Nanda PrayogaJumat, 10 April 2026 | 12.56 WIB
Ilustrasi proses inspeksi mobil bekas. (Istimewa)

JawaPos.com - Pasar mobil bekas menawarkan banyak pilihan, mulai dari unit yang masih terlihat seperti baru hingga yang sudah berusia lebih dari satu dekade dengan jarak tempuh tinggi.

Kondisi yang beragam ini sering membuat calon pembeli ragu, terutama saat melihat angka kilometer yang sudah “tinggi banget”.

Padahal, mobil dengan kilometer tinggi bukan berarti buruk. Kunci utamanya ada pada perawatan dan riwayat servis dari pemilik sebelumnya.

Selama kamu teliti dan tahu apa saja yang perlu dicek, mobil bekas dengan km tinggi justru bisa jadi pilihan yang worth it.

Baca Juga: Tiongkok Pangkas Biaya Cip Inframerah Kelas Militer hingga 99 Persen, Buka Jalan untuk Smartphone dan Mobil Otonom

Berikut 5 rahasia aman sebelum membeli mobil bekas kilometer tinggi, seperti dirangkum dari laman Ibid Astra.

1. Pahami Dulu Jenis dan Fungsi Mobilnya

Jumlah kilometer sangat dipengaruhi oleh bagaimana mobil tersebut digunakan.

Misalnya, mobil operasional perusahaan biasanya punya jarak tempuh jauh lebih tinggi dibanding mobil pribadi karena dipakai setiap hari.

Menariknya, kalau kamu menemukan mobil perusahaan dengan kilometer rendah, justru perlu waspada.

Bisa jadi ada sesuatu yang tidak wajar. Sebaliknya, mobil yang sering dipakai biasanya juga lebih rutin dirawat karena kebutuhan operasional.

Baca Juga: Timnas Kongo Lolos Piala Dunia 2026, Federasi Beri Hadiah Mobil Jeep hingga Sebidang Tanah

2. Hitung Rata-rata Pemakaian per Tahun

Langkah berikutnya, kamu perlu memperkirakan penggunaan mobil per tahun. Di kota besar, rata-rata mobil digunakan sekitar 15.000–20.000 km per tahun.

Jadi kalau ada mobil dengan total 200.000 km, kamu bisa menilai apakah angka itu masih masuk akal dengan melihat usia mobilnya.

Dari sini, kamu bisa menilai apakah mobil tersebut digunakan secara normal atau berlebihan.

3. Minta Riwayat Servis Secara Lengkap

Jangan pernah skip bagian ini. Kamu wajib meminta catatan servis untuk memastikan keaslian kilometer yang tertera di odometer.

Perhatikan apakah mobil rutin diservis di bengkel resmi dan apakah suku cadangnya asli.

Baca Juga: Mobil F1 Pertama Ayrton Senna Segera Dilelang, Toleman TG183B Ditawarkan hingga Rp 75 Miliar

Kalau ada perbedaan antara catatan servis dan angka odometer, kamu patut curiga, bisa jadi kilometernya sudah dimanipulasi.

4. Periksa Komponen yang Jarang Diganti (slow moving)

Komponen yang jarang diganti bisa jadi indikator kondisi asli mobil. Cek bagian interior seperti dashboard, setir, tuas transmisi, dan jok, apakah ada keausan yang tidak wajar.

Selain itu, cek juga kondisi mesin, termasuk transmisi, kopling, aki, dan sistem kelistrikan. Dari sini kamu bisa menilai apakah mobil dirawat dengan baik atau justru diabaikan.

5. Siapkan Budget untuk Ganti Komponen Penting

Kalau kamu sudah yakin ingin membeli, jangan lupa untuk mengganti komponen fast moving. Misalnya oli, filter, dan busi agar performa mobil tetap optimal.

Kalau aki mulai lemah, sebaiknya langsung di-charge atau diganti. Langkah ini penting supaya kamu tidak menghadapi masalah di awal pemakaian.

Baca Juga: 7 Mobil Hybrid yang Layak Dipertimbangkan di Indonesia, dari MPV hingga SUV

EDITOR: Bayu Putra