JawaPos.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengungkapkan keterlibatannya dalam proyek Koperasi Merah Putih, dengan total alokasi sekitar 20.600 unit kendaraan niaga yang akan dipenuhi hingga Desember 2026.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan Mitsubishi Fuso dalam mendukung kebutuhan kendaraan operasional untuk program tersebut, dengan model yang dipasok difokuskan pada Mitsubishi Fuso Canter.
KTB Kebagian 20.600 Unit untuk Proyek Koperasi Merah Putih
Dalam keterangannya kepada awak media, Aji Jaya selaku Executive Vice President of Sales and Marketing Divisions PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), menyampaikan bahwa jumlah unit yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai 20.600 unit hingga akhir 2026.
"Kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan proyek tersebut disebut berasal dari lini Canter, bukan Fighter, karena menyesuaikan dengan kebutuhan operasional yang diminta," katanya kepada JawaPos.com Kamis (9/4) di Jakarta.
Artinya, proyek ini tidak hanya menjadi kontrak besar bagi Mitsubishi Fuso, tetapi juga memperkuat posisi Canter sebagai salah satu tulang punggung kendaraan niaga ringan di Indonesia.
Aji menegaskan bahwa seluruh produk Canter dan Fighter yang saat ini dipasarkan di Indonesia telah diproduksi secara lokal. Perakitan kendaraan dilakukan di fasilitas produksi Mitsubishi Fuso di Cakung, Jakarta Timur, dengan melibatkan jaringan vendor dan pemasok komponen dalam negeri.
"Kami telah membangun ekosistem industri lokal selama 55 tahun di Indonesia, termasuk melalui aktivitas manufaktur dan rantai pasok domestik," kata Aji.
Dengan basis produksi lokal tersebut, proyek pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih juga dinilai ikut memberi dampak pada aktivitas industri otomotif nasional, termasuk penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pemasok lokal.
Pasokan Retail Sempat Terdampak
Besarnya kebutuhan unit untuk proyek tersebut sempat memengaruhi distribusi kendaraan ke pasar umum. KTB mengakui bahwa pada tahap awal, ada konsumen retail yang harus menunggu lebih lama karena perusahaan lebih dulu memprioritaskan pemenuhan komitmen terhadap proyek besar tersebut. Namun, kondisi itu disebut hanya bersifat sementara.
Menurut penjelasan manajemen, perusahaan sejak awal berupaya menyeimbangkan antara suplai untuk proyek pemerintah dan kebutuhan pasar retail maupun pelanggan umum.
KTB menyebut kondisi suplai kendaraan ke pasar retail mulai kembali membaik pada April 2026. Dengan kata lain, mulai bulan ini perusahaan menilai kapasitas produksi sudah kembali lebih seimbang, sehingga bisa memenuhi kebutuhan proyek sekaligus menjaga ketersediaan unit untuk konsumen umum.
Untuk pelaksanaan proyek sendiri, KTB menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai pemasok kendaraan ke jaringan dealer. Sementara proses transaksi untuk kebutuhan proyek dilakukan melalui dealer yang bekerja sama dalam pengadaan tersebut. Hingga Maret 2026, distribusi unit dari KTB ke dealer untuk proyek itu disebut sudah mencapai sekitar 2.600 unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa proses realisasi proyek sudah berjalan sejak awal tahun dan akan terus berlanjut secara bertahap sampai target pemenuhan selesai hingga Desember 2026.