← Beranda
Ban Motor Belakang Tiba-tiba Goyang? Ini 6 Penyebabnya yang Sering Diabaikan!
Nanda PrayogaKamis, 9 April 2026 | 02.50 WIB
Ilustrasi: Ban motor yang sudah gundul, bahaya saat jalan basah. (Suzuki)

 

JawaPos.com - Ban belakang motor yang terasa goyang atau oleng saat dikendarai bukanlah masalah sepele. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan berkendara hingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Banyak pengendara tidak menyadari bahwa penyebabnya bisa berasal dari hal-hal sederhana hingga kerusakan komponen penting. Karena itu, penting buat kamu memahami apa saja faktor yang bisa bikin ban belakang motor jadi tidak stabil.

Berikut 6 penyebab ban motor belakang tiba-tiba goyang seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Tekanan Angin Tidak Sesuai

Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau justru berlebihan bisa membuat motor terasa tidak stabil. Kalau kamu membiarkan ban kurang angin terlalu lama, permukaan ban bisa aus tidak merata. Akibatnya, ban tidak mencengkeram jalan dengan baik dan terasa oleng saat digunakan.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat ban jadi keras dan mengurangi daya cengkeram ke aspal. Kondisi ini bikin motor lebih mudah goyang, apalagi saat melewati jalan yang tidak rata.

2. Ban Sudah Aus atau Pemasangan Tidak Presisi

Ban yang sudah lama dipakai biasanya mengalami penurunan kualitas, seperti aus atau bahkan retak. Saat kondisi ini terjadi, kemampuan ban untuk menapak jalan jadi berkurang sehingga motor terasa tidak stabil.

Menariknya, masalah juga bisa muncul pada ban baru. Kalau pemasangannya kurang presisi atau tidak pas di velg, ban tetap bisa terasa oleng. Jadi, setelah ganti ban, pastikan pemasangannya benar-benar rapi dan seimbang.

3. Engine Mounting Bermasalah

Ban belakang yang goyang tidak selalu berasal dari ban itu sendiri. Salah satu penyebabnya bisa datang dari komponen engine mounting, yaitu bagian yang menopang dan menghubungkan mesin ke rangka motor.

Kalau karet engine mounting sudah longgar atau getas, posisi mesin bisa bergeser. Dampaknya, keseimbangan motor terganggu dan kamu akan merasakan getaran atau goyangan, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

4. Velg Bengkok

Velg yang sudah bengkok juga jadi salah satu penyebab umum ban terasa oleng. Komponen ini berfungsi sebagai penopang ban sekaligus peredam tekanan saat motor berjalan.

Saat velg tidak lagi lurus, putaran roda jadi tidak sempurna. Biasanya ini terjadi karena sering menghantam lubang atau tekanan ban yang kurang. Selain bikin tidak nyaman, kondisi ini juga berbahaya karena bisa memicu ban pecah.

5. Bearing Roda Mulai Aus

Bearing roda berperan penting dalam menjaga putaran roda tetap halus dan stabil. Kalau komponen ini mulai aus, roda tidak lagi berputar dengan sempurna dan bisa terasa goyang.

Keausan bearing biasanya terjadi karena kurang pelumasan atau sering melewati jalan rusak. Kalau sudah parah, kamu perlu menggantinya agar kestabilan motor kembali normal.

6. Shockbreaker Tidak Optimal

Shockbreaker yang sudah aus atau rusak juga bisa jadi penyebab ban belakang terasa tidak stabil. Fungsinya adalah meredam guncangan, jadi kalau performanya menurun, getaran dari jalan akan terasa lebih kuat.

Kerusakan seperti kebocoran oli, karat, atau retakan membuat shockbreaker tidak bekerja maksimal. Akibatnya, motor jadi lebih mudah oleng, terutama saat melewati jalan bergelombang.

EDITOR: Estu Suryowati