← Beranda
Cara Pakai Engine Brake di Motor Matic Saat Turunan Agar Tidak Blong
Dony Lesmana Eko PutraSenin, 30 Maret 2026 | 02.56 WIB
Cara memanfaatkan engine brake saat jalanan menurun. (Istimewa).

JawaPos.com - Banyak pengendara motor matic masih salah saat melintasi jalan turunan. Padahal, ada teknik sederhana yang bisa membantu motor lebih aman dan rem tidak cepat panas, yaitu memanfaatkan engine brake dengan cara yang benar.

Teknik ini penting untuk membantu mengurangi laju motor tanpa terus-menerus mengandalkan rem. Jika rem dipakai berlebihan saat turunan, suhu kampas dan sistem pengereman bisa meningkat, sehingga berisiko menurunkan performa pengereman.

Karena itu, memahami cara menggunakan engine brake motor matic bisa membantu pengendara tetap aman dan lebih nyaman di jalan.

Secara sederhana, engine brake adalah efek perlambatan kendaraan yang terjadi saat putaran mesin menahan laju roda ketika gas ditutup.

Pada motor matic, engine brake memang tidak sekuat motor manual, tetapi tetap ada dan cukup membantu saat motor melaju di jalan menurun.

Ketika pengendara melepas grip gas sepenuhnya, sistem transmisi CVT dan putaran mesin akan membantu menahan laju motor. Inilah yang disebut sebagai engine brake motor matic.

Kenapa Engine Brake Penting Saat Turunan?

Menggunakan engine brake saat turunan memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi keselamatan. Beberapa keuntungannya antara lain: mengurangi beban kerja rem, mencegah rem cepat panas, membantu motor tetap stabil, membuat laju motor lebih terkontrol, mengurangi risiko rem blong saat turunan panjang.

Karena itu, teknik ini sangat penting saat melewati jalan pegunungan, jalur wisata, atau turunan panjang yang sering ditemui saat perjalanan luar kota.

Cara Manfaatkan Engine Brake Motor Matic Saat Turunan

Agar efektif dan tetap aman, penggunaan engine brake pada motor matic tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut caranya:

1. Tutup Gas Secara Penuh
Langkah paling dasar adalah melepas tuas gas sepenuhnya saat mulai memasuki turunan. Saat gas ditutup, putaran mesin akan membantu menahan laju motor. Jangan justru tetap membuka gas saat jalan menurun, karena itu membuat motor meluncur lebih cepat dan rem bekerja lebih berat.

2. Kurangi Kecepatan Sejak Awal
Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan motor melaju terlalu cepat di awal turunan, lalu panik mengerem di tengah jalan.

Cara yang benar adalah kurangi kecepatan sejak sebelum masuk turunan. Dengan begitu, engine brake bisa bekerja lebih efektif dan pengendara tidak perlu menekan rem secara berlebihan.

3. Gunakan Rem Depan dan Belakang Secara Bergantian
Meski memanfaatkan engine brake, pengendara tetap harus menggunakan rem untuk menjaga kecepatan. Namun, rem sebaiknya digunakan secara halus dan bergantian, bukan ditekan terus-menerus.

Gunakan rem belakang untuk membantu kontrol laju, rem depan secara bertahap agar motor tetap stabil. Hindari kebiasaan menahan rem terus menerus sepanjang turunan, karena bisa membuat rem cepat panas dan berisiko kehilangan daya cengkeram.

4. Jaga Posisi Tubuh Tetap Stabil
Saat turunan, posisi tubuh juga berpengaruh terhadap kestabilan motor. Usahakan posisi duduk tetap rileks, tangan tidak kaku, pandangan fokus ke depan dan jaga keseimbangan motor. Jangan terlalu tegang atau melakukan gerakan mendadak karena bisa mengganggu kontrol kendaraan.

5. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Depan
Saat melaju di turunan, motor cenderung lebih cepat meluncur. Karena itu, penting untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Dengan jarak yang cukup, pengendara punya waktu lebih banyak untuk mengurangi kecepatan tanpa harus mengerem mendadak.

6. Hindari Menarik Gas Mendadak di Tengah Turunan
Jika kondisi jalan masih menurun, sebaiknya hindari kebiasaan membuka gas secara mendadak, lalu langsung menutupnya lagi.

Kebiasaan ini membuat laju motor tidak stabil dan bisa mengurangi efektivitas kontrol saat turunan. Lebih baik jaga kecepatan secara konstan, manfaatkan engine brake, dan gunakan rem seperlunya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengendara Motor Matic Saat Turunan

Masih banyak pengendara yang melakukan kebiasaan salah saat menuruni jalan curam. Beberapa di antaranya adalah: terus menahan rem sepanjang turunan, masuk turunan dengan kecepatan terlalu tinggi, tidak menjaga jarak dengan kendaraan depan. Dan biasanya mengandalkan rem saja tanpa memanfaatkan engine brake, panik saat motor mulai meluncur lebih cepat.

Kebiasaan seperti ini bisa membuat pengendara kehilangan kontrol, terutama di turunan panjang. Selain teknik berkendara, kondisi motor juga harus diperhatikan sebelum bepergian ke daerah pegunungan atau jalur turunan panjang.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra