← Beranda
11 Penyebab Knalpot Motor Nembak Saat Digas, Waspada tapi Jangan Panik
Fatah ElhuseinKamis, 26 Maret 2026 | 17.22 WIB
Ilustrasi knalpot motor. (Freepik)

 JawaPos.com – Suara knalpot “nembak” saat gas dilepas kerap membuat pengendara khawatir, karena suaranya yang keras dan memekakkan telinga.

Bunyi letupan ini sering dikaitkan dengan kerusakan mesin, padahal tidak selalu demikian.

Pada kondisi tertentu, terutama pada motor standar, suara keras tersebut masih tergolong wajar jika hanya terjadi sesekali.

Hal ini biasanya terjadi saat pengendara menutup atau mengurangi throttle gas. Namun, jika bunyi letupan muncul berulang kali atau bahkan setiap kali gas dilepas, kondisi ini patut diwaspadai.

Baca Juga: Ini 7 Hal Penting yang Wajib Kamu Cek di Motor Setelah Mudik, Jangan Langsung Gas

Dilansir dari laman Suzuki dan Wahana Honda, terdapat sejumlah penyebab knalpot motor mengeluarkan bunyi letupan atau “nembak”. Mulai dari faktor teknis ringan hingga gangguan pada sistem pembakaran.

Berikut 11 penyebab knalpot motor kamu nembak saat digas.

1. Reaksi Gas Buang yang Berbalik

Saat pengendara menutup throttle gas, sebagian gas buang bisa berbalik arah. Ketika bertemu dengan sisa bahan bakar di saluran knalpot, kondisi ini memicu letupan kecil yang kerap bikin kaget pendengarnya.

2. Pembakaran Tidak Sempurna

Proses pembakaran yang tidak optimal di ruang mesin menyebabkan sisa bahan bakar masuk ke knalpot. Sisa tersebut kemudian terbakar dan menimbulkan suara nembak.

3. Busi Bermasalah

Busi yang sudah aus atau tidak bekerja optimal dapat mengganggu proses pembakaran. Akibatnya, bahan bakar tidak terbakar sempurna dan menimbulkan letupan di knalpot.

Baca Juga: Cara Menghidupkan Motor Listrik Setelah Lama Ditinggal Mudik, Ini Tips Aman Agar Baterai Tidak Rusak

4. Kebocoran pada Sambungan Knalpot

Salah satu penyebab paling umum adalah kebocoran pada sambungan knalpot. Kondisi ini sering terjadi jika pemasangan header dan silencer kurang rapat, terutama pada knalpot racing.

5. Campuran Bahan Bakar Terlalu Banyak

Perbandingan bahan bakar dan udara yang tidak seimbang, khususnya jika bahan bakar terlalu banyak, membuat pembakaran tidak maksimal dan memicu letupan.

6. Karburator atau Injeksi Tidak Optimal

Karburator yang kotor atau sistem injeksi yang bermasalah dapat mengakibatkan suplai bahan bakar tidak stabil, sehingga memengaruhi proses pembakaran di mesin.

7. Knalpot Tidak Sesuai Standar

Penggunaan knalpot aftermarket atau hasil modifikasi yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengganggu aliran gas buang dan meningkatkan risiko munculnya letupan.

8. Knalpot Kotor

Endapan karbon di dalam knalpot dapat menghambat aliran gas buang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pembakaran lanjutan di dalam knalpot.

Baca Juga: Waduh! Pasutri di Surabaya Nekat Curi Motor, Akui Sudah Beraksi di 8 Lokasi

9. Mesin Mengalami Overheat

Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat membuat proses pembakaran menjadi tidak stabil, sehingga memicu suara letupan dari knalpot.

10. Setelan Klep Tidak Tepat

Klep yang tidak disetel dengan benar akan memengaruhi sirkulasi udara dan bahan bakar di dalam mesin, sehingga berdampak pada pembakaran.

11. Kualitas Bahan Bakar Rendah

Penggunaan bahan bakar dengan kualitas rendah dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Hal ini memicu sisa bahan bakar terbakar di knalpot dan menimbulkan bunyi nembak.

 

EDITOR: Bayu Putra