JawaPos.com - Industri kendaraan listrik global tengah menghadapi tantangan besar. Salah satu yang merasakannya adalah Honda, yang kini harus melakukan evaluasi besar terhadap strategi kendaraan listriknya setelah mencatat kerugian signifikan dalam beberapa kuartal terakhir.
Seperti banyak produsen otomotif lainnya, Honda mulai merasakan mahalnya investasi besar dalam pengembangan kendaraan listrik (EV).
Dilansir dari laman carscoops, Minggu (15/3), perusahaan asal Jepang tersebut bahkan melakukan penghapusan aset dalam jumlah besar terkait proyek EV dan kini fokus melakukan langkah pengendalian setelah beberapa kuartal berturut-turut mengalami kerugian operasional.
Kerugian Honda dari Bisnis EV Capai Ratusan Miliar Yen
Dalam laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 31 Desember, Honda mencatat kerugian dan pengeluaran sebesar 267,1 miliar yen atau sekitar 1,71 miliar dolar AS yang berkaitan dengan pengembangan kendaraan listrik.
Meski jumlahnya belum sebesar kerugian yang dialami Ford Motor Company di bisnis kendaraan listriknya, angka tersebut tetap menjadi sinyal peringatan bagi strategi elektrifikasi Honda ke depan.
Kerugian Operasional Terjadi Empat Kuartal Berturut-turut
Tekanan finansial dari proyek EV membuat Honda harus menunda beberapa model kendaraan listrik yang sebelumnya direncanakan.
Selama tiga kuartal pertama tahun fiskal berjalan, total kerugian operasional yang terkait dengan bisnis kendaraan listrik mencapai 166,4 miliar yen atau sekitar 1,07 miliar dolar AS.
Media industri otomotif Automotive News bahkan memperkirakan kerugian tahunan dari proyek kendaraan listrik Honda bisa mencapai 700 miliar yen atau sekitar 4,48 miliar dolar AS jika tren tersebut terus berlanjut.
Wakil Presiden Eksekutif Honda, Noriya Kaihara, mengakui bahwa perusahaan perlu melakukan evaluasi besar terhadap arah strategi elektrifikasi mereka.
“Kami perlu melakukan tinjauan mendasar terhadap strategi kami untuk membangun kembali kekuatan kompetitif perusahaan,” ujarnya.
Kerja Sama Honda dan GM di Kendaraan Listrik Berakhir
Perubahan strategi Honda juga terlihat dari berakhirnya kerja sama dengan General Motors dalam pengembangan kendaraan listrik.
Sebelumnya, kedua perusahaan bekerja sama melalui platform Ultium EV yang digunakan pada beberapa model seperti: Acura ZDX dan Honda Prologue.
Namun penjualan kedua model tersebut tidak sesuai harapan, sehingga Honda memutuskan mengurangi jumlah kendaraan yang dibeli dari GM sekaligus mengakhiri kemitraan tersebut.
Target Penjualan EV Honda Berpotensi Direvisi
Pada tahun 2024, Honda sempat menargetkan penjualan hingga 2 juta kendaraan listrik per tahun pada 2030. Namun kondisi pasar global yang melambat membuat perusahaan kini harus meninjau kembali target ambisius tersebut.
Menurut Kaihara, Honda akan merevisi secara signifikan peta jalan kendaraan listriknya dalam waktu dekat. Meski demikian, beberapa proyek kendaraan listrik masih tetap berjalan sesuai rencana, termasuk peluncuran: Acura RSX Electric dan Honda 0 Series.Kedua model tersebut direncanakan meluncur pada akhir tahun ini.
Honda Kembali Perkuat Mobil Hybrid
Sebagai bagian dari penyesuaian strategi, Honda kini kembali menaruh fokus besar pada kendaraan hybrid.
Perusahaan bahkan menargetkan penjualan mobil hybrid mencapai 2,2 juta unit pada 2030, yang menandakan perubahan arah dari strategi sebelumnya yang lebih agresif pada kendaraan listrik penuh.
Langkah ini menunjukkan bahwa Honda melihat teknologi hybrid sebagai solusi transisi yang lebih realistis di tengah dinamika pasar otomotif global yang masih mencari keseimbangan antara kendaraan listrik dan mesin konvensional.